Jumat, 12 Mei 2017

Aku ingin pulang, Ma..

Mama, aku ingin pulang..

pada waktu dimana aku pulang sekolah pukul sepuluh pagi.
dimana cahaya matahari masih terbersit hangat di jendela rumah kita.
Biasanya saat aku pulang, kudapati mama tengah menyiapkan makan siang untuk kami semua.
Aku senang sekali bisa ikut membantu mama pada momen tersebut.

Aku ingin pulang, Ma..
pada masa dimana semua terasa ringan. Dimana hari-hariku dihabiskan untuk bermain dan belajar. Dimana Mama mengajariku membaca dan membantuku mengerjakan PR. Dimana mama merapikan ujung buku LKS ku yang sering tergulung berantakan. Dimana Mama atau Apa mematikan TV pada setiap malam saat pekan Ujian Akhir Semester, lalu menemani kita belajar

Aku ingin pulang, Ma..
Pada waktu dimana aku baru saja mempunyai seorang adik laki-laki untuk pertama kalinya. Dimana saat itu, aku harus menjadi seorang anak yang lebih dewasa, kuat dan mandiri karena menjadi seorang kakak yg memiliki dua adik sebelum masuk ke Sekolah Dasar.

Aku ingin pulang, Ma..
pada waktu dimana mama membuatkan kami kue yang lezat, saat hujan turun untuk pertama kali setelah kemarau yang sangat panjang. Saat itu, aroma kue buatan mama tercium hingga ke ruang TV rumah kita. Semntara di luar sana, wangi tanah musim hujan mulai semerbak bersama gemericik air, syahdu rasanya.

Aku ingin pulang, Ma...
Dimana semua masih terasa kemurniannya, dimana aku masih melihat diriku tersenyum dengan polosnya, dimana semua hari-hari selalu berwarna dengan tawa tanpa ada sedikitpun beban.

Sungguh, Ma.
Waktu mengajarkanku betapa perjalanan yang kulalui memberikan begitu banyak pelajaran. Betapa pengalaman mengajarkanku untuk menjadi lebih kuat.

Dari mama aku belajar menjadi perempuan kuat dan mandiri.

Dari Apa, aku belajar menjadi wanita yang sabar dan pandai bersyukur, serta menjaga diri.

Dari kalian, aku belajar bahwa hidup adalah perjuangan, dan setiap detik adalah proses belajar.


Kamis, 11 Mei 2017

Aku Belum Separuh ♡


Repost from @nikahasik on Instagram


"Siapa yang menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi." (HR.Thabrani) Mungkin saat ini aku belum separuh, karenanya aku belum bertemu denganmu. Allah memintaku untuk bertakwa kepadaNya agar ku peroleh separuhku. Dalam penantian menunggu kamu datang, aku kan berusaha penuhi separuh itu. Bukan untuk mengejarmu, bukan. Karena aku yakin kamu kan datang tepat pada waktunya, disaat aku dan kamu sudah separuh, Allah kan pertemukan kita. Dalam penantian ini aku harus giat belajar agar aku menjadi wanita cerdas. Karena wanita adalah madrasah pertama bagi anaknya. Artinya, kecerdasanku lebih penting dari parasku. Dalam penantian ini aku harus mengerti bagaimana cara menjaga lisanku agar perkataanku tak menyinggung perasaanmu. Aku takut jika diam mu karena perkataanku akan menggiringku ke neraka. Dalam penantian ini aku harus belajar masak. Sedikit demi sedikit. Karena kamu berbeda denganku. Aku lebih suka bercerita banyak ketika ada masalah, sedang kamu lebih suka menyendiri dan diam. Barang kali kue kering dan jus kan sejukkan suasana. Dalam penantian ini aku harus belajar mengalah dan tidak membantah. Karena nanti kamu adalah imamku. Syurga kan ku dapatkan jika aku berbakti padamu. Dalam penantian ini aku harus terus memantaskan diriku di hadapanNya untuk dapatkan jodoh terbaik dari Nya.

By: @aayufuji

Rabu, 26 April 2017

Galau itu

Galau itu adalah ketika; Kita sholat, berdoa, membaca Al-quran, tetapi hati terasa jauh dengan Allah.

Sedih. Sedih ketika sudah seperti ini.

Tanya Hati, tanya iman.
Mungkin saja Allah sedang mengikat kita bersama dosa-dosa. Mintalah ampun pada-Nya. Sesungguhnya Allah maha pengampunn lagi maha penyayang. 😢😢

Selasa, 25 April 2017

Light


Begitu indahnya cara Allah menuntunmu padaku,
sampai-sampai aku merasa seperti berjalan menuju cahaya.

26-04-17 . 09:12 AM

Senin, 17 April 2017

Ilmu ✨

Ketika kita punya harta, kita yang menjaga harta.
Ketika kita punya ilmu, ilmu yang akan menjaga kita. (--Pak Harfan, Laskar Pelangi)

Maka ketika kita mendidik anak kita, yang di tekankan adalah :
"Apa yang akan kamu sembah setelah aku mati"
--- bukan ---
"Apa yang akan kamu makan setelah aku mati". (--Pesan Dosen #2)

Kamis, 13 April 2017

Pesan Dosen 1

Pesan salah satu dosen di semester 3:

"Jika menginginkan sebuah keluarga yang berakhlak baik, maka jadilah dan carilah seseorang yang berakhlak baik " ❤

Quotes by @mayastikasalma





Jumat, 07 April 2017

Semoga Allah menjagamu

Teruntuk yang sedang dalam perjalanan.
Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungimu dalam setiap perjuangan.

Rabu, 05 April 2017

Mas...

Bertemu dalam doa itu, menyenangkan, ya, Mas.
Kita tak perlu merasa khawatir karena ada Allah yang menjaga.
Karena hanya Allah satu2nya yang menjadi perantara.

Biarlah untuk saat ini seperti ini saja, tak ada saling sapa, tak  saling berkirim pesan, tak saling bertatap muka, apalagi mengobrol disengaja. Cukup bertemu dalam doa. Itu saja.

Serahkan pada Allah saja ya, Mas. Penantianku, perjuanganmu, semoga Allah selalu melindungi hingga saatnya tiba.

"Tiba" disini bisa jadi tak berakhir pada pertemuan, mungkin saja berujung pada perpisahan dan menemukan takdir terbaik masing-masing.

Wallahu 'alam bish shawab.

Sebaik-baik rencana kita, sekuat usaha dan doa kita, jika Allah berkehendak lain, maka kita bisa apa?

Sekali lagi, serahkan semuanya pada Allah ya, Mas. :")


Teruntuk, Mas..........
Mas.............


(Masih di lauhul mahfuzh namanya) 😄

Kamis, 30 Maret 2017

QUOTES by @mayastikasalma







Padamu, Kukatakan, Wahai Diri


Padamu, kukatakan, wahai diri,

Terus berbuat baik itu adalah tugasmu,
sementara pahala itu urusan Allah

Menyampaikan kebaikan itu adalah tugasmu,
sementara hidayah itu urusan Allah

Berjuang di jalan kebaikan itu adalah tugasmu,
sementara hasilnya itu urusan Allah

Berdoa sebanyak mungkin itu adalah tugasmu,
sementara terkabul atau tidaknya itu urusan Allah.

Kamu hanya perlu melakukan semuanya dengan ikhlas,

Berusaha - berdoa - Serahkan pada Allah.

Sesederhana itu.

Jika masih sulit, tanyakan pada hatimu:

"Masihkah Allah menjadi tujuan?"

Wahai diri, mari berjuang lebih keras lagi


#selfreminder



Takdir = Kejutan



Dalam perjuangan dan doa tak henti.
Kita tidak tahu doa mana yang akan kembali. 

Bahkan bisa jadi, 
hal yang datang itu ternyata belum pernah ada 
dalam doamu sama sekali.

Ketahuilah, takdir itu seperti sebuah kejutan. 
Tapi jangan menunggu kejutan itu tiba, 

karena ketika kamu begitu berharap, 
namun tak kunjung dapat,
kamu akan kecewa.

Allah maha tahu yang terbaik,
maka berharaplah hanya pada-Nya.

Selamat tinggal (dan kembali ?)


Aku hanya ingin mengucapkan selamat jalan pada perpisahan yang tak kumengerti, akan kembali atau tetap pergi. 

Pada musim gugur, aku belajar

Pada musim gugur yang menanti musim semi, 
aku belajar bersabar.

Meski daun-daunnya berjatuhan,
ia tak pernah mengeluh,
apalagi marah.

Pada ranting-ranting yang menanti bunga,
aku belajar kuat.

Meski angin berupaya menjatuhkannya,
ia tetap berdiri dan percaya akan satu janji:
Bunga kan bersemi sebentar lagi.

Rabu, 29 Maret 2017

Jika Rindu


Jika rindu, berdoalah.
Karena doa menenangkan hati.
Karena doa tahu kemana ia harus pergi.
Karena doa tak mengenal siapa yang kita doakan, 
melainkan seberapa tulus kita mendoakannya.

Selasa, 28 Maret 2017

Baik dihadapan Allah, sudahkah?


Terkadang kita lebih berhati-hati dan ingin selalu mempersembahkan yang terbaik dihadapan manusia.

Tapi, sudahkah kita berbenah & mempersembahkan yang terbaik dihadapan Allah?

Misalnya ketika akan pergi menghadap Allah untuk shalat. Sudahkah kita menggunakan pakaian terbaik yang kita miliki untuk beribadah kepada-Nya?

Mengingat ini, jadi teringat tentang percakapan dua orang adik kelasku di SMA, 4 tahun yg lalu.

A:"Mukena kamu terbalik tuh"

B: (melihat) "wah iya... ah biarin ah, males ngebenerinnya"

A:"jangan gitu... Kamu kalo ke pesta dandannya cantik, bajunya bagus... ari mau shalat menghadap Allah mukenanya kebalik"

B:"Iya ya astagfirullah"
(kemudian membetulkan mukenanya)

Terkadang kita pun seperti itu, dihadapan manusia, semuanya diperbaiki, semuanya dipoles, semuanya ditata agar terlihat 'baik'. Tapi ketika dihadapan Allah, terkadang sholat saja ditunda, pakaian untuk beribadah asal-asalan, sedekah menggunakan uang sisa-sisa kembalian, receh pula, dan lain sebagainya.  Astagfirullah :'(

Padahal.. yang memberikan pakaian kita itu siapa?
yang menjadikan kita bisa bergerak, melakukan berbagai aktivitas kita itu siapa?
bukan, bukan manusia... Allah lah yg kuasa atas segalanya yg terjadi pada hidup kita.

Lantas, sudahkah kita bersungguh-sungguh mengerjakan segala sesuatu karenaNya? hanya untuk mndapat ridhoNya?
Amalan apa yg sudah kita persembahkan & persiapkan untuk bekal nanti?

Kembali lagi kepada diri sendiri. Tanya hati, tanya iman.

#selfreminder :')

📝📝📝

Sabtu, 25 Maret 2017

:)


Pada hati yang tengah kau jaga, aku berterima kasih.

Jarak

Jarak hanya soal tempat dimana kamu berada, dan dimana aku berpijak
Sementara waktu adalah bagian dari sebuah jawaban
Dari keduanya, hanya Allah yang boleh berkehendak.

Dekat bertemu atau jauh berpisah.

Rabu, 22 Maret 2017

Perlawanan Terbaik

Dalam kecewa yang masih mengendap,
terdapat haru yang sesekali menyelinap
Betapa tidak, sebuah hadiah terbungkus ujian
pahit memang, tapi manis pada akhirnya

Pernahkah berniat baik, tapi dihempaskan?
Pernahkah menabung doa, lalu terkabulkan?
Dan dari keduanya, terjadi dalam satu waktu.
Entah harus kecewa, atau bahagia.

Hingga pada akhirnya, aku mengerti
Hati tak perlu merasa kecewa, selama masih bisa memaafkan
Hati tak perlu merasa sedih, selama masih banyak hal untuk disyukuri
Hati tak perlu marah, selama masih bisa bahagia karena bersyukur

Tidak.
tidak ada yang perlu disesali,
ujian hadir agar kita menjadi lebih kuat
ujian hadir agar kita membuat pilihan
menyerah pergi tak peduli - atau - bangkit lalu mengikhlaskan

Karena perlawanan terbaik adalah menjadi lebih baik.

Menjaga 💎

Aku ingin menjadi wanita yang menjaga, 
sebagaimana kamu yang 
menjaga hati dan pandanganmu 
Sebelum Allah 
mempertemukan kita.

👸