Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 April 2017

Mas...

Bertemu dalam doa itu, menyenangkan, ya, Mas.
Kita tak perlu merasa khawatir karena ada Allah yang menjaga.
Karena hanya Allah satu2nya yang menjadi perantara.

Biarlah untuk saat ini seperti ini saja, tak ada saling sapa, tak  saling berkirim pesan, tak saling bertatap muka, apalagi mengobrol disengaja. Cukup bertemu dalam doa. Itu saja.

Serahkan pada Allah saja ya, Mas. Penantianku, perjuanganmu, semoga Allah selalu melindungi hingga saatnya tiba.

"Tiba" disini bisa jadi tak berakhir pada pertemuan, mungkin saja berujung pada perpisahan dan menemukan takdir terbaik masing-masing.

Wallahu 'alam bish shawab.

Sebaik-baik rencana kita, sekuat usaha dan doa kita, jika Allah berkehendak lain, maka kita bisa apa?

Sekali lagi, serahkan semuanya pada Allah ya, Mas. :")


Teruntuk, Mas..........
Mas.............


(Masih di lauhul mahfuzh namanya) 😄

Kamis, 30 Maret 2017

Padamu, Kukatakan, Wahai Diri


Padamu, kukatakan, wahai diri,

Terus berbuat baik itu adalah tugasmu,
sementara pahala itu urusan Allah

Menyampaikan kebaikan itu adalah tugasmu,
sementara hidayah itu urusan Allah

Berjuang di jalan kebaikan itu adalah tugasmu,
sementara hasilnya itu urusan Allah

Berdoa sebanyak mungkin itu adalah tugasmu,
sementara terkabul atau tidaknya itu urusan Allah.

Kamu hanya perlu melakukan semuanya dengan ikhlas,

Berusaha - berdoa - Serahkan pada Allah.

Sesederhana itu.

Jika masih sulit, tanyakan pada hatimu:

"Masihkah Allah menjadi tujuan?"

Wahai diri, mari berjuang lebih keras lagi


#selfreminder



Kamis, 29 Oktober 2015

Kazoku :)

Ketika sebuah pertemuan semakin mahal, 
dan kesibukan mencuri waktu berhargamu, Bersabarlah.
Mungkin Allah sedang mengujimu dengan Tanda Sayang.
Ujian yang jika kamu menghadapinya dengan Ikhlas akan menghasilkan Kebahagiaan.
Tetaplah Berdoa untuk para pemilik senyum itu.
Terkadang Sabar memang sulit, tapi berbuah Manis :)

Kamis, 22 Januari 2015

Di Khusyuk Fajar



"Biar kujumpa senyummu di khusyuk fajar
Merekah bersama mandi cahaya mentari
Sehangat kata menyelimutiku
Setenang senyum pelega hati"

Mayastika Salma, 16/01/15

Selasa, 13 Januari 2015

Thanks for always being there, Kazoku.

Hari kelima saat sakit.

Hari itu aku bangun ketika adzan subuh berkumandang, sama seperti doaku sebelum tidur, aku ingin bangun pada saat adzan subuh. Subhanallah, Allah mengabulkannya. Segera aku bangun, dan mengambil air wudhu, lalu shalat sunnah dua rakaat, dilanjut shalat subuh. 

Hari itu, meskipun fase demam sudah berakhir, tapi masih ada beberapa hal yang masih terasa, aku masih harus beristirahat. Tubuhku belum 100% fit kala itu, aku belum diizinkan mengajar. Oleh karenanya, kuputuskan hari itu untuk beristirahat saja agar badanku terasa lebih baik. 

Selesai membaca surat Ar-Rahman dan Al-Mulk dari Mushafku, aku lekas tidur dibalik selimut. Udara sangat dingin, maklum disini daerah yang dikelilingi pegunungan. Awalnya memang sulit untuk tidur, karena pusingku belum sepenuhnya hilang. Tapi setelah berusaha, akhirnya aku berhasil. 

Sampai menjelang pagi aku masih tertidur, sedikit bangun sebentar, kemudian tidur lagi. Dan disinilah aku bermimpi. Seperti nyata. Dalam mimpiku aku membuka mataku dan bangun dari tidurku, ada seseorang yang membuka pintu, ibuku, rupanya. Kapan dia datang? Akhirnya ibuku masuk dan membawa beberapa makanan, aku ikut makan bersamanya, ada banyak sekali cemilan yang ia bawa saat itu, termasuk ice cream coklat. Oh aku senang sekali, aku mengobrol banyak sambil terus makan makanan tersebut. Melegakan rasanya, ibuku datang ketika aku sakit. Tapi.......... sampai akhirnya aku benar-benar membuka mataku. Ternyata aku hanya bermimpi. Aku memutuskan untuk tidur kembali.

Ini mimpi kedua. Dalam mimpiku, aku tidak sedang tidur, melainkan sedang bersama kedua saudariku. Satu kakak perempuan dan satu adik perempuan. Mereka rupanya baru mengunjungi kamarku (karena aku tinggal bersama saudaraku yg lain). Pada saat itu mereka mengatakan padaku bahwa mereka lapar. “Hmm.. tunggu, akan kuambilkan makanan” kataku, lekas aku membuka pintu kamarku, untuk mengambil makanan, tapi yang ada disana seperti sedang ada suatu acara. Ha? Mengapa bisa begini? Kututup kembali pintu dan aku berbalik ke arah kedua saudariku, tapi.... mereka tidak ada. Aku membuka mataku, ternyata ini hanya mimpi (lagi). Dua kali aku bermimpi bertemu dengan keluargaku, tapi pada kenyataannya mereka tidak ada. Aku benar-benar merasa kesepian sekarang. Hmm... kulihat jam, masih jam 9 pagi. Aku belum merasa cukup untuk beristirahat, kepalaku pun masih terasa pusing. Oleh karena itu kuputuskan untuk tidur kembali.
Aku bermimpi lagi. Kali ini  suara pintu kamar diketuk.

“Aunty.........Aunty............Aunty..........”

Begitulah suara yang berasal dibalik pintu kamarku yang diketuk. Suara afka, keponakanku yang laki-laki. Afka? Mengapa dia ada disini? Dengan suara lucunya ia terus memanggilku. Dengan panggilan “Aunty”-nya yang khas. “Anteeeeee...” Oh. Aku hafal sekali suaranya. Suara yang tidak pernah karam dari ingatanku, suara yang langsung mengingatkanku kepada si lucu, afka. Aku berusaha bangun dan hendak membukakan pintu, tapi lagi-lagi aku tersadar, ini semua hanya mimpi. Kubuka mataku perlahan, tidak ada. Tidak ada afka. Pada saat itu pintu kamarku sudah terbuka sedikit, rupanya bibi dibalik sana. 

“Neng, bibi sudah 3x mengetuk pintu, ternyata neng tidur”
“Oh iya bi, maaf...”

Sejak saat itu, aku benar-benar merindukan mereka, keluargaku. Aku yakin mereka pun merindukanku. Merindukan kami kumpul bersama-sama. Terima kasih sudah hadir  meski hanya dalam mimpiku. Thanks for always being there, kazoku.

Akan kujumpai dirimu

Akan kujumpai dirimu
Dibalik semak savana yang jarang jarang itu
Atau dilembuat awan berbentuk kelinci
Semua akan kucari

Aku percaya
Senyummu berasal dari cahaya
Karena ketika itu terjadi
Seperti dunia menyinariku, hangat rasanya

Kau tau hujan?
Ketika orang lain hanya melihat dan mendengarkan,
Aku merasakannya. Ada rintikkan yang jatuh tergesa memburu tanah, seperti perasaan seseorang yang sangat ingin bertemu. Apa itu berarti.......sebuah pesan rindu? Mungkin saja.

Aku berharap bisa melihatmu
Dibalik semak savana atau diatas awan sama saja
Karena kau hanya untukku
Dan akan tetap menjadi indah, selamanya

Senin, 08 Desember 2014

Kutipan Novel Edensor Karya Andrea Hirata

 
"Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecah misteri dengan sains". 
"Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka". 
"Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan". 
"Aku ingin ketempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan bintang gemintang". 
"Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkram dingin. 
"Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penakhlukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!"

Selasa, 25 November 2014

A Muslim has six rights on another Muslim


Lirik Lagu "Islam Iman Ihsan" (Versi Bahasa Inggris)

Islam Iman Ihsan
(Kartun Syamil & Dodo)
Nada lagu : Are you sleeping


I love Allah, I love Allah
So do you, So do you
I love Rasulullah  I love Rasulullah 
Do you too, Do you too

What is islam, What is islam
Do you know?  Do you know?  
It's five principles, It's five principles  
Now do you know,  Now do you know
 
What is iman, What is iman
Do you know?  Do you know?  
It's