Sabtu, 03 Januari 2015

Mozaik Pertama (Sulton Max)

Hmm. Pernahkah kalian melihat, mendengarkan atau merasakan sesuatu yang sebelumnya pernah kalian lihat, dengar dan rasakan? Misalnya kejadian di masa lalu, lalu terjadi lagi hari ini. Seperti mozaik hidup kalian yang hilang lalu kembali lagi melengkapi ratusan pecahan mozaik lainnya dalam memori yang tersimpan sejak lama. Aku menyimpan beberapa peristiwa dan ingatan yang terjadi sebagai potongan-potongan kecil dari hidupku. Seperti sebuah kejutan yang manis dan membahagiakan. 

Sulton Max. Artis cilik favoriteku semasa kecil. Sejak kemunculannya dalam serial tv ratu malu dan jendral kancil, aku diam-diam menyukainya hehe walaupun pada saat itu aku masih duduk dibangku SD. Karakternya selalu yang baik-baik dan mengagumkan menurutku. Juga pada masanya, iklan wafer superstar yang dibintangi olehnya pun menjadi favoriteku haha. Suatu hari aku meminjam majalah bobo milik saudaraku. Eh, ternyata dibagian profil terdapat biodatanya, Sulton Max a.k.a Sulton Mohamad. Karena suka, akhirnya aku lihat bahkan sampai dihafalkan tanggal lahir, beserta makanan favoritenya yaitu nasi lemak/nasi kebuli. Oh iya, dia lahir di mekkah dan masih keturunan arab. Pantas saja makanan kesukaannya ala timur tengah ya :p

Waktu berlalu, bertahun-tahun tak terasa. Begitu banyak artis baru muncul tenggelam berlalu lalang dilayar televisi. Sampai-sampai aku baru menyadari “sulton max” si artis cilik favoritku semasa kecil menghilang dari layar kaca. Karena aku sering bermain media sosial, akhirrnya aku penasaran dan mencoba mencari nama dia “Sulton Max” Dan ternyata benar-benar ada. Awalnya aku tak percaya. Tapi pada akhirnya aku bahkan sempat chatting. Dia ramah menurutku. Karena setiap orang yang mungkin dulu fansnya ia jawab dengan sopan meski terkadang terlihat kocak. Hehe. Jika ingin tahu lebih lanjut bagaimana ia sekarang, ini dia linknya sudah kubuat

Terbukti, sulton max merupakan mozaik di masa silam yang kini kutemukan lagi dan terasa sedikit lebih nyata dari dahulu yang hanya bisa kulihat di televisi :D

Senin, 15 Desember 2014

Dunia


Bagaimana bisa kita disuguhkan dengan begitu banyak kepalsuan. Kata dan warna yang tak sesungguhnya melekat disana, menjadi pemandangan pahit yang harus kunikmati. Sampai mereka begitu terlena dan terpesona.
Ah, andai, satu saja disekeliling mereka, hal kecil seperti........... dinding tempat mereka melihat suasana itu berkata, “Tempat ini bukan keaslian yang sebenarnya, ini dua, tiga bahkan ribuan dunia yang berbaur menjadi satu, namun dengan bagaimana caranya dapat terlihat begitu samar, bahkan sama sekali tak terlihat. Ini bukan dia, tapi sebagian dari mereka yang tak kalian ketahui”.
Tapi ia mengaku bahwa ia adalah ia. Pengakuan yang kontras dengan tumpukan rahasia dibaliknya.
Tapi kebanyakan dari kita terlalu menutup mata dan telinga, lebih senang pura-pura tak melihat, lebih suka merasa ini menyenangkan ketimbang sebuah kenyataan bahwa ini pahit. Ya, memang, terkadang dunia ini begitu naif, naif tapi sesungguhnya ia tau, ia melihat, ia merasakan. Hanya tak ingin terlihat begitu berbeda, maka mereka melakukan hal yang sama, hal yang disukai banyak orang, hal yang membuat mereka terlihat begitu agung, termasuk tempat ini.

Tetaplah memeluk mimpi-mimpiku

 
Aku tidak pernah menyangka bisa berjalan sejauh ini. Ah, kurasa ini tidak terlalu jauh, hanya berada sedikit lebih jauh dari garis start. Maha Baik Allah, telah menggulirkan hidupku sebagaimana mestinya. Memberikan kesempatan demi kesempatan yang begitu membuatku menemukan segalanya. Aku bisa melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Tanpa harus kucari hingga titik darah penghabisan. Aku bisa mengenal ribuan arti dari banyak hal. Belajar mengenal segalanya.
Terima kasih Allah, tetaplah bersamaku, memelukku serta mimpi-mimpiku. Agar aku selalu bisa berjalan pada jalan yang telah engkau sediakan.Aamiin

Aku melihatnya sekali lagi.


Aku melihatnya sekali lagi.
Dengan kesempatan yang belum kusadari sepenuhnya.
Padahal, kebaikan ada didepanku, kemarin, atau saat ini sama saja. Hanya perlu kusadari tanpa harus pergi pura-pura tak mengerti.
Melihatnya membuatku belajar menemukan hal-hal terbaik yang memang seharusnya kulakukan.
Hanya dengan melihatnya membuatku sadar, kembali adalah jalan paling terbaik.
Andai saja aku bisa melihatnya seumur hidupku.
Tapi diberikan kesempatan seperti ini saja sudah bersyukur. 
Jangan menawar, berdoalah untuk mendapatkan yang paling baik, lebih baik, hingga terbaik. 
Semoga dengan melihatnya aku bisa lebih dekat dengan-Nya.
Mungkin seharusnya terbalik, baiklah, aku akan memulainya, InsyaAllah.


Sabtu, 13 Desember 2014

Seperti Daur Ulang.

Dan kamu, pelukis cerita yang tak kunjung henti.
Menjadi bagian dari siklus datang dan pergi.
Sementara aku? kepingan mozaik yang hilang.
Sederet memori kini tak lagi terpasang rapi bak puzzle saling melengkapi.
Tapi hilang sebagian, bahkan kacau.
Aku tak menyesalinya.
Semua seperti daur ulang.
Waktu berlalu kemudian kembali.
Menukar hal yang sama dan mengisi bagian yang rumpang.
Waktu begitu bahagia mengulur, dan dunia tak sabar menanti.
Hingga saatnya mereka mempertemukanku dengan hari dimana
kata terbaca tanpa samar, angan terbayar kenyataan, dan perjuangan terbalas nilai sebuah kebahagiaan.
Sabar itu sulit, tapi berbuah manis.

Rabu, 10 Desember 2014

Ikhwan - Akhwat - Ta'aruf Oleh Ustadz Felix Siauw

(Repost from : Ustadz Felix Siauw

01. ada temen nanya, mas kalo ta'aruf trus ajak jalan2 beduaan gitu boleh nggak dalam Islam?, sy jawab "nggak, maksiat tu namanya, khalwat"

02. "dlm Islam khalwat (dua2an tanpa mahram) tu gak boleh, krn kata Rasul yg ketiganya setan" (makanya jgn deket2 org pacaran, dikira setan)

03. dia nanya lg "kl nelp2 aja, kan gak khalwat toh mas?" >> sy jwb "sama aja, berdua2an di dunia maya, sayang2an, terbuai2an, pliss deh!"

04. dia gak puas "kl ta'aruf disitu ada adiknya yg SD boleh nggak?" >> sy jawab "nggaaaaak! (sambil *jitak) sama aja itu mah"

05. dia tobat lalu nanya "jadi gmn dong mas?" >> sy jwb "datengi ayah ibunya, ngobrol ttg rencanamu mau nikahin anaknya, be a man"

06. eh dia nanya lg "kan ta'aruf sama orangnya bukan bpk/ibuny? >> sy jwb

Selasa, 09 Desember 2014

Percayalah Semua Akan Indah Pada Waktunya :)

Biar kutemukan waktu dimana kata terselip rapi tanpa terutara dengan semena-mena. Dimana rasa bersabar dan membantu mengendalikan suasana. Dimana doa terpanjat lebih baik lagi. Serta harapan terangkai dengan tulusnya tanpa ambisi yang berapi-api.
Biarlah orang-orang yang datang dan pergi silih berganti mencoba membolak-balikan rasa, melempar senyum dan meninggalkan luka. Tetaplah hidup didalam siklus tanpa harus terbuai dan terlena. 
Seperti pelangi yang muncul setelah hujan, seperti musim hujan yang hadir sehabis kemarau panjang, seperti mentari bersinar setelah gulita hilang, percayalah semua akan indah pada waktunya :)

Kutipan by Setia Furqon Kholid

Katakan yang benar walau pahit.
Lakukan yang benar walau berat.
Jauhi maksiat walau terlihat indah.
Jauhi dosa walau terkesan baik.
Dosa itu yang membuatmu gelisah.
Iman itu yang membuat dirimu yakin.
Tanyalah pada hari nuranimu.
Moga kita selalu istiqomah di jalan kebenaran.
Aamiin

Senin, 08 Desember 2014

Kutipan Novel Edensor Karya Andrea Hirata

 
"Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecah misteri dengan sains". 
"Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka". 
"Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan". 
"Aku ingin ketempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan bintang gemintang". 
"Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkram dingin. 
"Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penakhlukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!"

Selasa, 25 November 2014

Selipkanlah Niat Muliamu

(Repost from  : Setia Furqon Kholid)

Setiap insan punya kewajiban yang membuatnya fokus dengan apa yang dijalaninya.
Seorang mahasiswa sibuk dengan aktivitas kuliah, organisasi dan berbagai aktifitas lain untuk mendongkrak kualitas pribadi.
Seorang pekerja sibuk bekerja bahkan menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidupnya untuk bekerja, mencari nafkah untuk keluarga ataupun sekedar aktualisasi diri mengejar ambisi pribadi. Seorang istri dan ibu sibuk mengurus rumah, anak dan suami.

Jika dihitung-hitung, betapa banyak waktu yang kita gunakan di dunia ini untuk aktifitas pribadi.

Dan kita sering lalai dari aktifitas ibadah. Jika untuk bekerja kita menghabiskan waktu 8-10 jam sehari.
Untuk shalat lima waktu yang hanya beberapa menit saja kita sering lalai.
Padahal selain itu, kita tak pernah melakukan aktifitas ibadah yang lain.
Lalu dimana letak ibadahnya?
Letak ibadah kita adalah pada aktifitas yang kita jalani jika semuanya diniatkan ibadah karena Allah dan disertai dengan niat yang ikhlas.
Karena itu, agar waktumu di dunia ini tak berkurang sia-sia saja. Dan kita semua punya amalan yang bisa kita jemput di akhirat kelak. Niatkanlah waktu yang kau habiskan untuk aktifitas duniamu dengan niat ikhlas karena Allah.

Siap??

A Muslim has six rights on another Muslim


Lirik Lagu "Islam Iman Ihsan" (Versi Bahasa Inggris)

Islam Iman Ihsan
(Kartun Syamil & Dodo)
Nada lagu : Are you sleeping


I love Allah, I love Allah
So do you, So do you
I love Rasulullah  I love Rasulullah 
Do you too, Do you too

What is islam, What is islam
Do you know?  Do you know?  
It's five principles, It's five principles  
Now do you know,  Now do you know
 
What is iman, What is iman
Do you know?  Do you know?  
It's

Sabtu, 22 November 2014

Ketika Wanita Tak Peduli Dengan Masalah Ibadah

(Repost From : Syahida.com)

Perilaku yang salah
Pertama: sebagian wanita tidak memperhatikan tata cara wudhu, mandi menurut syariat, tentang kesucian pakaian dan tempat beribadah serta butanya mereka dengan hukum-hukum syariat.

Kedua: sebagian wanita mengakhirkan shalat dari waktunya, seperti mengakhirkan shalat Isya disebabkan pemakain make-up atau bedak ketika keluar rumah. Kemudian karena sebab terlambatnya tidur yang juga mungkin menjadi penyebab keterlambatannya melaksanakan shalat Shubuh sampai setelah terbit matahari.

Ketiga: tidak mengqadha shalat yang ia tinggalkan karena darah haid atau nifas yang turunnya setelah masuk waktu shalat.

Keempat: sebagian wanita jika sudah mendapatkan kesucian sebelum empat puluh hari, tidak segera mandi suci dan tidak melakukan ibadah-ibadah wajib sebagaimana yang dilakukan oleh wanita yang nifas. Terkadang pula wanita keguguran sebelum hari kedelapn puluh dari kehamilannya, meninggalkan shalat dan ibadah-ibadah lainnya yang wajib dikerjakan.

Kelima: sebagian wanita tidak menggunakan jilbab di atas kepalanya dan membiarkan mata kakinya terbuka dalam melakukan shalat, dengan dalih, bahwa ia melakukan shalat tersebut di rumahnya sendiri dan tidak ada seorang pun yang melihatnya selain Tuhannya.

Keenam: sebagian wanita tidak memperhatikan perintah shalat. Maka terkadang ada wanita yang shalat sambil duduk sedangkan ia sanggup untuk berdiri. Juga mungkin saja tersingkap bagian badan yang membatalkan shalat, sedangkan ia mengabaikannya. Terkadang pula melakukan shalat di tempat yang penuh dengan patung-patung, gambar-gambar yang mempunyai roh, sedangkan ia tidak peduli.

Ketujuh: tidak mengingkari suami dan putera-puterinya yang tidak mendirikan shalat dan tidak menasihati mereka. Yang ada di benaknya, melulu memberinya makan.

Kedelapan: kaum ibu tidak peduli mengikuti perkembangan puteri-puterinya yang mencapai baligh, yang tentunya pula memiliki kewajiban-kewajiban atas mereka dengan sampainya mereka pada usia baligh. Dimana seorang anak perempuan mencapai usia baligh dengan keluarnya darah haid sedang ibunya memerintahkannya mendirikan shalat, berpuasa, berhijab dan ibadah-ibadah wajib lainnya.

Kesembilan: tidak mengeluarkan zakat harta dan perhiasan yang dimiliki oleh wanita, apabila telah sampai masa haul (satu tahun pemillikannya) dan telah mencapai nisab.

Kesepuluh: sebagai wanita mengkhususkan warna khusus untuk pakaian ihram, baik ketika melaksanakan ibadah haji atau umrah; seperti warna hijau, putih dan lainnya. Begitu pula penutup muka dan sarung tangan ketika berihram, sebagian mereka membiarkan wajh dan tangan mereka terbuka di hadapan laki-laki dengan alsan mereka sedang berihram.

Kesebelas: sebagian muslimat berkumpul rumah salah seseorang dari mereka atau di mushala wanita untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan tetapi dengan cara bersama-sama yang meyerupai halaqah (lingkaran) kumpulan kaum sufi.

Dan sebagian dari mereka berkumpul untuk berdoa setelah shalat atau pada malam Arafah, yang menyerupai orang-orang wukuf di hari Arafah.

Perilaku Yang Benar
  1. Thaharah, wudhu dan mandi adalah syarat sahnya shalat.
  2. Mengakhirkan shalat subuh sampai kepada waktu terbit matahari tanpa adanya uzur, adalah termasuk sifat dari orang-orang munafik. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan surga sebagai ganjaran bagi orang-orang yang memelihara shalatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam besabda; “Apabila seorang wanita mengerjakan shalatnya yang lima waktu, berpuasa pada bulan (Ramadhan), menjaga (kesucian) farajnya serta mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya, ‘Masuklah kamu ke surga dari pintu mana pun yang kamu mau.’” (HR. Ibnu Hibban)
  1. Yang wajib adalah, wanita mengqadha shalat yang telah masuk waktunya ketika ia baru saja suci (dari haid dan nifas). Juga wajib atas wanita apabila suci pada waktu Ashar untuk mengerjakan shalat Zhuhur dan Ashar secara bersamaan. Karena