"Dua tahun itu lama, kamu pasti melewati banyak hal menyenangkan bersama dia"
Selamat satu kelas (lagi) seperti beberapa tahun yang lalu. :)
Apa? Aku hanya ingin mengucapkan selamat, jangan ge-er ya.
Jumat, 26 Juli 2013
Senin, 22 Juli 2013
^^
Mengapa kamu sibuk berkemas sementara dia diam saja? hey, maksudku, dia tetap disana, sementara kamu repot bergegas menghindar dan meninggalkannya. lucu. Tindakan macam apa? seperti anak kecil saja.
Dia diam saja kamu marah.
Dia diam saja kamu malah ingin pergi.
Dia menjalani hidup seperti hari-hari biasanya sementara kamu sibuk sekali bersiap amnesia menghilangkan namanya. Berlebihan sekali.
Hey, dia disana dan dia aman. Dia menikmati hidupnya, ada ataupun tak ada kamu tak berpengaruh untuknya, jadi bersikap biasalah seperti dia bersikap biasa padamu dan kepada semua orang.
Kamu, dia bukan seluruh hidupmu.
dia bukan Puzzle hatimu, siapa tahu, Tuhan yang tahu, keep husnudzon saja soal itu.
dia bukan pengendali suasana hati dan semangatmu. Kamu hidup atas caramu menyelesaikan masalahmu. Cobalah menjadi remote control untuk dirimu sendiri, tanpa bantuan orang lain.
Tetap bersikap biasa dengan caramu sendiri ^_^
Dia diam saja kamu marah.
Dia diam saja kamu malah ingin pergi.
Dia menjalani hidup seperti hari-hari biasanya sementara kamu sibuk sekali bersiap amnesia menghilangkan namanya. Berlebihan sekali.
Hey, dia disana dan dia aman. Dia menikmati hidupnya, ada ataupun tak ada kamu tak berpengaruh untuknya, jadi bersikap biasalah seperti dia bersikap biasa padamu dan kepada semua orang.
Kamu, dia bukan seluruh hidupmu.
dia bukan Puzzle hatimu, siapa tahu, Tuhan yang tahu, keep husnudzon saja soal itu.
dia bukan pengendali suasana hati dan semangatmu. Kamu hidup atas caramu menyelesaikan masalahmu. Cobalah menjadi remote control untuk dirimu sendiri, tanpa bantuan orang lain.
Tetap bersikap biasa dengan caramu sendiri ^_^
...
Hai.
Cukup lama tak bercerita semenjak kau kembali. Kini, pergi lagi. Aku terlalu larut ketika kamu muncul, dan terpuruk saat tenggelam. Labil memang.
Dan sebagian cerita belum sempat tertuang pada kanvas maya ini. Untuk hal yang satu ini, aku lebih suka meredamnya dan tak mengulas lewat kalimat pengumbar kata (hati).
Biar aku sendiri yang menyimpannya, lalu mencoba berputar balik ke tempat semula, dimana kamu tak ada. Iya, aku sedang berusaha. Lewat kenyataan yang sudah sedikit terbaca, aku lepas sebisaku.
Cukup lama tak bercerita semenjak kau kembali. Kini, pergi lagi. Aku terlalu larut ketika kamu muncul, dan terpuruk saat tenggelam. Labil memang.
Dan sebagian cerita belum sempat tertuang pada kanvas maya ini. Untuk hal yang satu ini, aku lebih suka meredamnya dan tak mengulas lewat kalimat pengumbar kata (hati).
Biar aku sendiri yang menyimpannya, lalu mencoba berputar balik ke tempat semula, dimana kamu tak ada. Iya, aku sedang berusaha. Lewat kenyataan yang sudah sedikit terbaca, aku lepas sebisaku.
Sabtu, 13 Juli 2013
Kamu (aku)
Bersabarlah.
Kamu (aku) yang hinggap pada nasib yang salah, dalam kata lain, belum tepat.
Belum tepat saatnya merengkuh sesuatu yang lebih baik, bahkan terbaik.
Tuhanmu membawa jalan berliku terlebih dulu, lalu diujung, kamu 'kan dapati pelangi itu.
Tak harus berjibaku mengingat masa lalu, lalu terkusut-kusut karenanya. Dimensi klise. Ini perihal untuk maju. Sebelum waktu lebih asam lagi meng-karatan-kanmu, atau, sebaliknya.
Kamu (aku) yang hinggap pada nasib yang salah, dalam kata lain, belum tepat.
Belum tepat saatnya merengkuh sesuatu yang lebih baik, bahkan terbaik.
Tuhanmu membawa jalan berliku terlebih dulu, lalu diujung, kamu 'kan dapati pelangi itu.
Tak harus berjibaku mengingat masa lalu, lalu terkusut-kusut karenanya. Dimensi klise. Ini perihal untuk maju. Sebelum waktu lebih asam lagi meng-karatan-kanmu, atau, sebaliknya.
Minggu, 30 Juni 2013
Hallo, ceritaku.
Hallo Kupu-kupu ungu.
Kepakkan melodi penganggai rindu.
Taburkan nektar semanis mimpiku.
Pergilah bersama memori masa lalu
Hempaskan kegagalan yang karam
Dan semailah keberhasilan baru
Hallo, kepingan ceritaku
jadilah mozaik yang bijak
Terbang sesukamu, tempati bagian yang seharusnya kau disana. Kendalikanlah aku. Kupas kisah yang terbuang, Lalu warnai dengan cat toska kesukaanku.
Kepakkan melodi penganggai rindu.
Taburkan nektar semanis mimpiku.
Pergilah bersama memori masa lalu
Hempaskan kegagalan yang karam
Dan semailah keberhasilan baru
Hallo, kepingan ceritaku
jadilah mozaik yang bijak
Terbang sesukamu, tempati bagian yang seharusnya kau disana. Kendalikanlah aku. Kupas kisah yang terbuang, Lalu warnai dengan cat toska kesukaanku.
Jumat, 28 Juni 2013
Bangkai Cerita
Hari baru.
Bangkai menjadi cerita, dan Cerita menjadi bangkai.
Matahari berdebu.
Awan abu.
Lazuardi terbalik.
Senja Tosca.
Pelangi malam.
Purnama berguguran.
Bintang satu.
Jangkrik bersiul.
Kelinci mengaum.
Ikan menangis.
Pagi sembunyi.
Siang tak ditemui.
Malam berganti lebih asing lagi.
Waktu karatan.
Lagu biru berusang-usang mengerang.
Simbol berjatuhan menganggai rasa mati.
Mozaik hidup perlahan terbang terkelupas angin rakus.
Senin, 24 Juni 2013
Malam ini
Malam ini begitu pelik. Hiruk-pikuk suara kendaraan masih bergempita-ria dibalik tembok kamarku yang dingin. sejumlah lagu pengantar tidur yang terderet di playlist telah terputar berulang-ulang, mengundang kekantukkan. Tapi tetap mata enggan terpejam memulai bunga tidur semalaman. Padahal ini sudah lewat batas 'biasa' waktu tidurku. Hmmm.
Rabu, 19 Juni 2013
Secondhand Serenade – Goodbye Lyrics
"g o o d b y e"
It's a shame that it had to be this way
It's not enough to say I'm sorry
It's not enough to say I'm sorry
Maybe I'm to blame
Or maybe we're the same
But either way I can't breathe
Either way I can't breathe
All I had to say is goodbye
We're better off this way
We're better off this way
I'm alive but I'm losing all my drive
Cause everything we've been through
And everything about you
Seemed to be a lie
A guiltless twisted lie
It made me learn to hate you
Or hate myself for letting it pass by
All I had to say is goodbye
We're better off this way
We're better off this way
All I had to say is goodbye
We're better off this way
We're better off this way
And every, everything isn't only
What it seemed so hold these
Words that you never told me
It's time to say goodbye
It's time to say goodbye
It's time to say goodbye
Goodbye
Bye
Take my pain away
Tear it out
Tell me I was wrong
Tell me I was wrong
Take my pain away
Tear it out
Tell me I was wrong
Tell me I was wrong
Take my pain away
tear it out
Tell me I was wrong
Tell me I was wrong
It's not enough to say I'm sorry
It's not enough to say I'm sorry
Maybe I'm to blame
Or maybe we're the same
But either way I can't breathe
Either way I can't breathe
All I had to say is goodbye
We're better off this way
We're better off this way
I'm alive but I'm losing all my drive
Cause everything we've been through
And everything about you
Seemed to be a lie
A guiltless twisted lie
It made me learn to hate you
Or hate myself for letting it pass by
All I had to say is goodbye
We're better off this way
We're better off this way
All I had to say is goodbye
We're better off this way
We're better off this way
And every, everything isn't only
What it seemed so hold these
Words that you never told me
It's time to say goodbye
It's time to say goodbye
It's time to say goodbye
Goodbye
Bye
Take my pain away
Tear it out
Tell me I was wrong
Tell me I was wrong
Take my pain away
Tear it out
Tell me I was wrong
Tell me I was wrong
Take my pain away
tear it out
Tell me I was wrong
Tell me I was wrong
Senin, 17 Juni 2013
Seperti Puzzle
Aku pernah bermimpi.
Kita seperti puzzle.
Bagian yang hilang, terisi satu dengan yang lainnya.
Saling melengkapi.
Pernah aku merasa,
entah hari apa itu, saat seperti apa aku lupa,
kita seperti puzzle.
Tapi, sebentar saja.
Lalu aku mendapatimu menghancurkannya.
Belum sempat ku beri lem disana,
sudah terlanjur berantakan.
Lentera Ungu-ku
Aku tahu, kamu, lentera ungu-ku.
mengapa pergi saat ku terlelap?
dan kau biarkan aku terjaga tanpamu.
Banyak melodi yang bisu
tak kau tinggalkan satu nada pun
membuatku sulit terpejam dalam damai
Aku tahu, kamu, lentera ungu-ku.
dimana kalimat-kalimat mulai karam
dan tiada lagi penggambar hati
saat itu, kau pergi.
Sayap Kananku Patah
Hi.
sayap kananku patah.
biasanya kau disini memperbaikinya.
kini aku tak bisa bermimpi lagi.
kau dimana?
bintang sudah mengajakku terbang.
bintang sudah mengajakku terbang.
mari pergi bersama-sama.
aku tak ingin seperti ini.
tanpamu itu tak menyenangkan.
Minggu, 16 Juni 2013
Sweet Abstract Words- with HAIARE
Kamis, 28 Maret 2013
Majesty Photograph
![]() |
| miniature of bicycle, or.................? |
![]() |
| The Poor Lazy Cats |
![]() |
| Mommy's Orchid |
![]() |
| Boo |
![]() |
| Shadow of Hand |
![]() |
| Serenity |
![]() |
| Two Ants are Friends |
Minggu, 24 Maret 2013
Never Too Late By SHS
Tadi, tak sengaja playlistku memutar lagu Never Too Late by Secondhand Serenade. Lagu ini jarang aku dengarkan, jadi aku tak begitu hafal liriknya. Akhirnya aku penasaran. Setelah searching dan menemukannya, aku masih penasaran karena liriknya berbahasa inggris, maklum aku tak bisa mengartikan semuanya, hanya sebagian itupun sedikit-sedikit. Lalu aku mencari terjemahan lirik lagu tersebut. Ternyata.... hm. lagu yang selama ini aku dengarkan sepintas (karena kupikir ini lagu mellow dan hanya membuat galau saja), lagu ini benar-benar mencerminkan keadaanku seminggu terakhir ini. wah, pas sekali. Akhirnya aku dibuat ketagihan memutar lagu ini. Akhirnya, galau :")
Ini dia lirik dan terjemahannya..
Never Too Late | Secondhand Serenade
I'm Writing you
And you’re moving on with guilty memories
CHORUS
So this is the way I'll tell you
I leave this note for you to read
CHORUS
BRIDGE
It’s never too late to show you who I am
Bring me back to life
Kutulis pesan untukmu
Cause there’s nothing left here for me to do
Karena tak ada lagi yang yang bisa kulakukan
So please know that I’m trying to make up for my mistakes
Maka mengertilah aku sedang berusaha memperbaiki kesalahanku
And you’re moving on with guilty memories
Dan kau pergi membawa kenangan rasa bersalah
But I was wrong to ever test us
Namun aku salah telah menguji (cinta) kita
This broken road is more than I can take
Jalan yang hancur ini tak bisa kutahankan
CHORUS
So this is the way I'll tell you
Maka beginilah caraku berkata padamu
That I’ll leave you alone if you Want me to
Bahwa aku 'kan meninggalkanmu jika kau inginkan begitu
But I’ve had enough of this life alone
Namun aku tlah lelah hidup sendiri
I’ll give it up this time
Aku kan menyerah kali ini
I know I don’t deserve to tell you that I love you
Aku tahu aku tak pantas bilang aku cinta kamu
There’s nothing in this world I’d take above you
Tak ada yang lebih berarti selain dirimu
I’m dead inside
Jiwaku tlah mati
Bring me back to life
Hidupkan aku lagi
I leave this note for you to read
Kutinggalkan pesan ini untuk kau baca
So you won’t forget
Agar kau takkan lupa
That all I need is you
Bahwa yang kubutuhkan hanya dirimu
It’s you
Hanya dirimu
And the world is not so clear anymore
Dan dunia tak lagi cerah
Since the day you walked right out that door
Sejak kau pergi hari itu
I knew all I need is you
Aku tahu yang kubutuhkan hanyalah dirimu
CHORUS
BRIDGE
It’s never too late to show you who I am
Tak pernah terlambat untuk tunjukkan padamu siapa diriku
And I know you want to love me
Dan aku tahu kau ingin mencintaiku
I know you understand
Aku tahu kau mengerti
That I could be your missing page
Bahwa aku bisa menjadi halaman yang hilang bagiku
Bring me back to life
Hidupkan aku lagi
Jumat, 15 Maret 2013
Hari Jum'at itu...
Hai Pak Ustadz! hehehe.
Akhir-akhir ini kita sudah jarang bertemu ya, sekalipun dekat, tetap punggungmu yang kulihat. bahkan helm-mu pun enggan menatap ke arahku lagi (emang dulu pernah?).
Tadi pagi, ketika aku datang terlalu pagi, seperti biasa, kamu datang paling pertama. Kamu sedang menyapu rupanya rajinnyaa... :> Tapi, entah kenapa aku tak mau masuk, menyimpan tas lalu duduk. Sulit rasanya. (ya, sekarang semacam lebih dipersulit. semacam pelajaran matematika :"") hihi ) Akhirnya aku diam diluar, menunggu teman yang lain datang.
Uh rasanya aku ingin masuk ke dalam kelas, duduk lagi seperti tempo hari. Sudah kuhitung, tiga kali hari jum'at aku seperti ini, mendapatimu sendirian di dalam kelas. tapi dua jum'at sebelumnya aku lebih memilih menunggu teman-temanku datang dengan duduk di dalam kelas, membaca buku, atau sekedar memainkan HP. Memunggungimu :)
Aku ingat, Jum'at itu hening sekali, aku diam, kamu diam, setelah aku atau kamu yang saling mengucap dan menjawab salam. Di tengah keheningan, ponselmu berbunyi, berlantunkan ayat-ayat Al-Qur'an, diikuti speaker sekolah yang setiap hari jum'at pagi diputar lantunan ayat Al-Qur'an juga, syahdu sekali :") terharu.
Akhir-akhir ini kita sudah jarang bertemu ya, sekalipun dekat, tetap punggungmu yang kulihat. bahkan helm-mu pun enggan menatap ke arahku lagi (emang dulu pernah?).
Tadi pagi, ketika aku datang terlalu pagi, seperti biasa, kamu datang paling pertama. Kamu sedang menyapu rupanya rajinnyaa... :> Tapi, entah kenapa aku tak mau masuk, menyimpan tas lalu duduk. Sulit rasanya. (ya, sekarang semacam lebih dipersulit. semacam pelajaran matematika :"") hihi ) Akhirnya aku diam diluar, menunggu teman yang lain datang.
Uh rasanya aku ingin masuk ke dalam kelas, duduk lagi seperti tempo hari. Sudah kuhitung, tiga kali hari jum'at aku seperti ini, mendapatimu sendirian di dalam kelas. tapi dua jum'at sebelumnya aku lebih memilih menunggu teman-temanku datang dengan duduk di dalam kelas, membaca buku, atau sekedar memainkan HP. Memunggungimu :)
Aku ingat, Jum'at itu hening sekali, aku diam, kamu diam, setelah aku atau kamu yang saling mengucap dan menjawab salam. Di tengah keheningan, ponselmu berbunyi, berlantunkan ayat-ayat Al-Qur'an, diikuti speaker sekolah yang setiap hari jum'at pagi diputar lantunan ayat Al-Qur'an juga, syahdu sekali :") terharu.
Jumat, 08 Maret 2013
1 Muharram 1434
Allah. Terima kasih utk semuanya. tentang khidupan yg masih mampu
kuhirup dgn baik. tentang semua nikmat yg Kau turunkan kepadaku juga
keluargaku. Maafkan aku. aku sering terlalu larut pd duniaku hingga tak
sempat mengingat-Mu dalam dzikir, dan tanpa membaca mushafku. ampuni
aku. telah bnyk yg kunodai tanpa sengaja di setiap lembar hariku. aku
sangat berharap bisa mnghapusnya kemudian menggantinya dngn perlakuan
yang adil dan bijak. msh bnyk yg hrs kuperbaiki. masih bnyk yg hrs
kututupi. sikap yg semestinya tak terdapat padaku, maupun aurat kecil yg
masih kuperlihatkan. Allah, aku ingin berjalan di karpet lurus yg Kau
sediakan bagi hamba2Mu. tnpa hrs terbawa yg lain berbelok kanan atau
kiri. aku ingin pelan tapi pasti. tanpa berlari mengejar perubahan untuk
mendapatkan jannah-Mu. Allah, 1 Muharram ini aku ingin mendapati diriku
bisa bermuslimorfosis dengan baik. mndapati keluargaku tetap tersenyum
meniti hidup yg masih berjalan, dan segala ujian darimu aku bisa
menjalankannya dgn baik dan sukses.amiin o:)
Ketika.... ?
Itu sebabnya aku tak pernah cerita kepadamu. tak ingin bersuara
ketika kau bersama kawanmu. tak mau ada aku ketika kalian ada. ingin
menjauh. ingin tak bersamamu terkadang. aku yang tak pernah diindahkan
perkataannya. pertanyaanpun bagai angin lalu saja. tak penting lagi
ketika aku dekat. untuk apa? anggapan yang terlihat tetapi sebenarnya
dengan fikiran yang aneh terhadapku. aneh. aku tau kau.
Dinding yang lain
Ini ketika aku bersembunyi dibalik sunyi. Penat aku dengan
kegaduhan harian. Hidup yang tetap samar ini masih mesti kutebalkan dan
dengan cara yang sama setiap harinya. Membuat sedikit demi sedikit waktu
dan aku menjadi lelah. Tak kuasa hampir hilang asa di ujung senja,
biasanya. Tapi semangat meniti mimpi senantiasa menyemangati. Meski
terkadang tak sejalan dengan suasana hati yang tak ubahnya bunglon yang
menempel pada jiwaku. sebentar saja ku kuliti otakku. Membuang pikiran
yang tak semestinya disana. Disini di tembok ini aku menemukan
kedamaian. Tanpa sesuatu apapun diterasnya yang menghalangi istirahatku.
Muram
Kali ini pelangi enggan terbit sehabis tangis.
tepatnya hanya jingga yang berujung kelam.
hingga malam menyapa, purnamanya tak disana, sunyi tanpa satupun orkestra makhluk alam memainkan melodinya.
angin berbisik pilu terselip rindu yang dingin.
camar penyampai surat berkabung, hari itu, surat beramplop hitam yang dibawanya.
tepatnya hanya jingga yang berujung kelam.
hingga malam menyapa, purnamanya tak disana, sunyi tanpa satupun orkestra makhluk alam memainkan melodinya.
angin berbisik pilu terselip rindu yang dingin.
camar penyampai surat berkabung, hari itu, surat beramplop hitam yang dibawanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)





.jpg)
