Selasa, 17 November 2015

Be Your Self

Menjadi diri sendiri adalah peran yang paling menyenangkan yang pernah dilakukan.
Tidak perlu berpura-pura tersenyum padahal hati tidak suka.
Tidak perlu berpura-pura memuji padahal hati sangat membenci.
Jika ingin tersenyum karena suka, sekalianlah hati juga menerimanya.
Jika ingin memuji karena senang, sekalianlah hati juga ikhlas melakukannya.
Juga jangan terbalik. Hati tersenyum senang, indera mengungkapkan sebaliknya. Ayolah, hanya lakukan yang sebenarnya kamu rasakan. 

Be Happy, Be Easy, Be Positive. Be Your Self!!

Kamis, 12 November 2015

^_^

 
Senyum.
Cahaya hangat mentari.
Bunga dandelion kuning sepanjang jalan.
Perasaan semacam ini.
Ah, Allah, Terima Kasih.
Aku seperti memulai hari baru. 
Seperti terlahir kembali.  
Terima Kasih.
Tetap disini, tetap menjagaku dari segala hal yang menjauhkanku dari-Mu.
Tetapkan aku bersama orang-orang yang juga mencintai-Mu.
Jagalah hatiku :')
Aamiin.

Kamis, 05 November 2015

:)

Teruntuk yang masih menjadi misteri.
Aku tidak tahu kini kau sedang berada dimana.
Apakah dekat ataukah jauh dari tempatku berpijak.
Apakah aku mengenalmu atau tidak.

Sungguh, dimanapun kau berada.
Kuharap kau sedang menjaga. 
Menjaga segalanya,
terutama hati.
Dari rasa yang seharusnya belum terdapat disana.
Dari godaan-godaan yang dapat mengganggumu 
untuk betahan dalam sebuah keutuhan.

Mari bersama-sama berusaha 
menjadi lebih baik dari diri kita sebelumnya.
Mari sama-sama berdoa 
agar dipertemukan di waktu yang tepat, 
dengan cara yang baik, dan dalam keadaan sebaik-baiknya.

Mari bertemu dalam doa.

Semoga dengan cara itu Allah meridhoi kita. 
Selamat bertemu nanti, calon imamku :)

Selasa, 03 November 2015

Jangan Menyerah

Kau, 
Si penyimpan mimpi besar dan semangat yang berapi api. 
Apa kau tahu? 
Dunia tak sepenuhnya memihakmu. 
Atau mungkin perjuangan yang kau anggap maksimal 
adalah setitik permulaan dari mereka yang tak menyadari keberhasilannya. 
Tidakkah kau tahu? 
setetes keringat saja tak cukup. 
Jalan yg kau lalui belum cukup panjang
Hidup seperti roda sepeda yang berjalan, berputar. 
Jangan Pernah Menyerah! s

Kuat itu ...





Kamis, 29 Oktober 2015

Kazoku :)

Ketika sebuah pertemuan semakin mahal, 
dan kesibukan mencuri waktu berhargamu, Bersabarlah.
Mungkin Allah sedang mengujimu dengan Tanda Sayang.
Ujian yang jika kamu menghadapinya dengan Ikhlas akan menghasilkan Kebahagiaan.
Tetaplah Berdoa untuk para pemilik senyum itu.
Terkadang Sabar memang sulit, tapi berbuah Manis :)

"Melihat"

Bukan soal berhenti "melihat" siapa dan 
kemudian beralih "melihat" siapa. 
Tapi bagaimana untuk tidak "melihat" siapapun 
melainkan kepada Allah saja. 
Pada akhirnya Allah akan menujukkan 
siapa  yang pantas untuk "dilihat".

Be Dandelion

Tidak perlu menjadi MAWAR indah yang dikagumi banyak orang

Cukup menjadi seperti DANDELION,
meski hanya bunga sederhana,
namun bisa memberikan kebahagiaan 
bagi kehidupan yang lain.

 :)

Minggu, 18 Oktober 2015

Bintang Kecil


Sore itu waktu istirahat sudah berakhir. 
Aku memanggil anak-anak untuk kembali ke dalam kelas. 
 Beberapa anak  berlarian menghampiri. 
Salah seorang anak laki-laki masih berdiri di muka pintu, sambil berkata kepadaku: 
“Ukhti….aku mah sayang sama ukhti………”

Aku tersenyum seketika seraya berkata: 
“Ukhti juga sayang sama Agung…”

Tangan-tangan kecilnya memelukku.:)

Sederhana, namun didalamnya terdapat makna yang takkan terlupakan oleh kacamata memoriku. Begitu polos dan tulusnya :’)


Keep Husnudzon

 Jangan terlalu banyak berharap pada sesuatu yang belum pasti akan terjadi.
Jangan sering menduga-duga hal apa lagi yang akan menimpamu dikemudian hari.
Jalani saja, 
Berusahalah ikhlas untuk setiap pekerjaan maupun hal-hal kecil yang kamu kerjakan. 
Allah diatas segala-galanya, dan jangan pernah mendahului-Nya.
Lakukan yang terbaik, iringi dengan doa, insyaAllaah Allah selalu bersamamu :)

Kamis, 15 Oktober 2015

DON'T GIVE UP

Jangan Menyerah!
Karena ketika kamu menyerah,
bisa jadi apa yang kamu cari
sudah berada sejengkal
lebih dekat dari tempat 
kamu hampir 
menyerah.


Hidup adalah Pilihan


Hidup adalah Pilihan.
Bagaimana membedakan yang baik dengan yang buruk.
Memilih yang baik dengan yang lebih baik.
Memilih yang lebih baik dengan yang paling baik.
Memilih yang paling baik dengan yang terbaik.

Terkadang apa yang menurut kita terbaik belum tentu terbaik menurut Allah.
Begitupun sebaliknya, apa yang tidak kita sukai bisa jadi adalah yang terbaik untuk kita.
Allah lebih tau apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Allah diatas segala-galanya.
Betapapun kita memilih dan memutuskan, 
 ketika Allah berkehendak lain, 
maka sesuatu itu tidak akan terjadi
meskipun sudah berusaha sekeras mungkin untuk terjadi.

Minggu, 04 Oktober 2015

Bunga di Hati

When you found this one on your heart, 
All you have to do is: 
"Do the Best, and Just Leave it to Allaah"
:)

Jumat, 25 September 2015

Mimpi

Ternyata pepatah "jangan pernah berhenti bermimpi" itu benar. Jangan pernah menyerah untuk terus bermimpi, karena yakinlah Allah akan mengabulkan semua mimpi-mimpi itu, meskipun tidak sekarang.
Aku percaya, apa yang aku dapati hari ini adalah hasil dari doa-doaku dimasa lalu. Sebagian dari doa dan mimpi-mimpi itu kita ikhlaskan seiring berjalannya waktu, dan Allah mengabulkannya hari ini, atau besok, mungkin juga lusa.

Banyak sekali harapan dan mimpi-mimpiku semasa kecil kurasakan tercapai hari ini, kemarin, bahkan ratusan hari dibelakangnya. Kita hanya perlu menyadarinya. Betapa tidak, mimpi saat kanak-kanak adalah mimpi seorang anak yang polos dan tidak terlalu banyak menuntut, hanya berdoa, berharap, lalu mengikhlasakan doa itu pergi kepada Sang Maha Pendengar Doa. Pada akhirnya, sebagian dari mimpi itu dapat terwujud dikemudian hari, insyaAllah.

Minggu, 13 September 2015

Thank You Allah For Loving Me Anyway


Cukupkah dengan hanya menulis ini untuk berterima kasih? Kurasa tidak.
Cukupkah dengan hanya membuat kutipan diatas untuk mengucapkan terima kasih? Kurasa tidak.
Cukupkah dengan hanya mengatakannya dalam hati, bahkan terucap? Kurasa tidak.
Cukupkah dengan hanya mengatakan alhamdulillah? kurasa kurang.
Cukupkah?
Terlalu banyak nikmat dan hal-hal baik besar maupun kecil yang disyukuri.
Hanya bisa menghela napas, dan berpikir,
Apa saja sebenarnya yang telah aku lakukan untuk-Mu?
Apa saja yang telah aku lakukan untuk membalas nikmat-Mu?
Hanya bisa berdoa.
Semoga iman yang goyah menjadi lebih teguh
Niat yang sedikit bengkok menjadi lebih lurus
Kesabaran tanpa batas bisa dicapai
Ikhlas bukan sekedar kata.
Semoga lebih kuat dan istiqomah.
Aamiin.

Otak Kanan



Akhir-akhir ini aku bertanya-tanya tentang ; mengapa aku tidak bisa membaca dengan baik dan benar, jangankan satu novel penuh, satu kalimat saja selalu ada kata yang tertinggal, atau terlompati, lebih sering terbalik-balik. misalnya kalimat : “Hujan di sore hari”, aku membacanya dengan : Hujan di hari sore. Tak jarang juga ketika aku membaca kalimat sebanyak dua baris, belum sampai ke baris kedua, aku malah membaca kata yang ada dibawah baris pertama, misalnya:

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Dan aku bisa jadi membacanya seperti ini:

                Akhirnya semua ketika akan tiba pada suatu hari yang biasa......
                pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui          

Bahkan secara tak sadar terkadang aku menambahkan satu kata diantara dua kata. Jika misalnya dalam kalimat tersebut berbunyi: “Dinda bernyanyi lagu sedih” aku malah membacanya : “Dinda akan bernyanyi lagu sedih” atau “Dinda sedang bernyanyi lagu sedih”.
 
Memang dari beberapa kalimat yang tak sengaja kuubah itu tidak banyak mempengaruhi arti dari kalimat tersebut. Ya, jika hanya satu kalimat. Jika satu paragraf? satu halaman? satu  BAB? bahkan satu buku penuh? Bisa-bisa aku tidak memahami isi dari buku yang aku baca. 

Aku bertanya-tanya, mengapa aku seperti ini? padahal dulu membaca adalah hobiku. sewaktu kecil, ketika ada kolom “hobby” dalam biodata yang harus kuisi, membaca adalah hal yang selalu kutulis disana. 

Pernah aku berpikir, apa aku mengidap disleksia? Tapi, ah, tidak mungkin. aku telah membaca tentang disleksia, gangguan belajar pada anak. ya, disleksia umuumnya terjadi pada anak-anak sekitar usia 7-8 tahun. Sementara kini aku hampir menginjak 20 tahun dan ketika aku seusia itu, aku baik-baik saja, alhamdulillah.

Sampai akhirnya aku penasaran, tentang hal ini dan aku berusaha mencarinya di internet. keyword pertamaku : membaca terbalik. disana terdapat banyak Judul yang muncul, dan urutan teratas yaitu: disleksia. dan kebanyakan judul yang muncul adalah “disleksia.  Seketika aku kaget. tapi sebentar saja, karena ketika ku scroll kebawah, ada judul yang berbeda, segera aku klik, artikel berjudul : “Ciri-ciri dominan otak kanan atau otak kiri”

Menarik, segera kubaca, dan ternyata semua ciri-ciri tersebut menunjukkan beberapa karakter yang terdapat dalam diriku. Ini dia kutipan Artikel tersebut.

Rabu, 26 Agustus 2015

Ketika....

Ketika sesuatu yang telah kamu perjuangkan dengan susah payah, tidak dilihat sama sekali, Itu tidak apa-apa. Kamu hidup bukan untuk membahagiakan mereka dengan usahamu, namun untuk merasa bahagia kamu telah berusaha untuk mereka. 

26-08-15 19:46

Sabtu, 11 Juli 2015

Ketika

Ketika niat baik dibalas dengan tatapan curiga.
Ketika niat baik dibalas pandangan tidak suka.
Ketika niat baik dibalas cibiran, sindiran, dan semacamnya.
Ketika niat baik dianggap 'berbeda'.

Itu tidak apa-apa.

Sesungguhnya Allah maha tau segala isi hati manusia.

Rabu, 08 Juli 2015

Perjalanan

Jika kamu berjalan pada jalan yang kamu pilih, kemudian ada kerikil-kerikil kecil dihadapanmu, teruslah berjalan, jangan berbalik arah.

Jika kamu terus berjalan, kemudian ada penghalang dihadapanmu, singkirkan, atau berdoalah agar penghalang itu terbuka, atau tunggu hingga penghalang itu tidak menghalangi jalanmu Setelah itu, kembali berjalan.

Jika kamu sedang berjalan, kemudian merasa "sendirian". Ingatlah, Allah tidak pernah pergi meninggalkanmu. Lanjutkan perjalananmu.

Jika sedang berjalan, kamu menemukan orang-orang yang menatapmu "berbeda", itu tidak apa-apa. Kamu hanya belum menemukan yang sama. Teruslah berjalan.

Jika perjalanan yang kamu tempuh belum sejauh yang kamu impikan, tidak apa-apa. Tetaplah berjalanlah, tanpa harus berlari.

Jika ditengah perjalanan ada sesuatu yang membuatmu ingin kembali ke titik sebelumnya, diamlah, katakan pada hatimu : "Jangan Menyerah".

Teruslah berjalan, tanpa berbalik arah, berbelok, atau berhenti. Jangan menyerah. Karena ketika kamu menyerah, mungkin saja apa yang kamu cari sudah sejengkal lebih dekat dari tempat kamu menyerah.

Rabu, 01 Juli 2015

Pelangi setelah hujan

Jika kamu sedang sakit, bayangkanlah kesembuhan yang akan kamu dapatkan setelahnya.

Jika kamu bersedih, bayangkanlah kebahagiaan yang akan kamu rasakan setelahnya.

Jika kamu sedang melewati suatu ujian, bayangkanlah seolah-olah ujian itu akan segera berakhir.

Jika kamu sangat sibuk dengan pekerjaanmu, bayangkanlah akan segera tiba waktu berkumpul dengan orang yang kamu cintai.

Jika kamu merasa sendiri, ingatlah, Allah tidak pernah pergi meninggalkanmu.

Ada hujan setelah kemarau panjang.
dan ada pelangi setelah hujan.

Ada buah manis dari kesabaran, ada senyum setelah perjuangan panjang.

Tidak ada hal sesulit apapun yang tidak diakhiri dengan kemudahan setelahnya.

Maka bersabarlah, bersyukurlah. Dengan bersyukur, kebahagiaan mengiringinya. Dan kemudahan mengikutinya, InsyaAllah.