Senin, 18 November 2013
u all r meaningful
Rindu pada orang-orang yang saling berterima kasih, siap berbagi dan mendengarkan cerita satu sama lain, saling menolong, Melakukan hal yang menyenangkan bersama-sama, Bermimpi,belajar, dan berimajinasi bersama, Saling menggoda, membuat istilah-istilah lucu, Ah, aku rindu. Rindu sahabat yang membuat nyaman dan menyenangkan., haiare. ghina-sali-widiya-ermi-febrina :) you all are meaningful<3
Sabtu, 16 November 2013
Percakapan Kamis Siang
Percakapan kamis siang
FR :”Ada rasa sakit di satu perahu
yang tak kunjung menemui pelabuhan”
MS :”Segera menepilah”
FR :”Dalam
ketiadaan? Ini bukan ranjang anak kecil yang penuh mimpi-mimpi indah”.
MS :”Bermimpilah, selama gratis,
apapun pasti berbuah jalan yang manis”
FR :”Ketahuilah
kepala ini sudah tak sebersih dulu. Mimpi, hanya akan memperburuk kenyataan”
MS :”Bermain
dengan imajinasi berbumbu harapan tidaklah salah, tetaplah bermimpi dan jangan
hindari kenyataan. Mimpi itu menyenangkan.
Mimpi itu baik. Mimpi itu doktrin terpositif untuk otak penuh asap ini”.
FR :”Mimpi
itu buruk. Menyesatkan. Sebuah pendidikan tentang kemandirian. Kesendirian”.
MS :”Mungkin
bagi sebagian orang yang beristirahat dari mimpinya”.
FR :”Dan
kembali pada sebuah kenyataan, yang tidak beretalase atau tidak beranak cucu.
Kebenaran yang satu, nyata, dan bukan simfoni”.
MS :”Kenyataan
adalah garis yang tajam. Tapi fantasi sebagai gradasi penghalus kerasnya hidup
yang sudah terarsir”.
FR :”Kenapa
semua orang bersikeras menjadikan angin nyata,lalu tercekik oleh wujudnya?”.
MS :”Tak
semua. Ada yang memindai impian. Angin baik akan berhasil menyejukkan. Angin
jahat sebaliknya, meruntuhkan karena keegoisan semata”.
FR :”Ini
bukan masalah angin berperingai. Tapi, ini tentang hal yang menyesatkan. Sebuah
mimpi.yang merajakan seorang budak. Lucunya, akar tak mampu memanjat”.
MS :”Mimpi
itu baik, jika tak baik, itu bukan mimpi, tapi “keinginan” berbubuhi egoisme
kecil yang kemudian membesar. Dimana keadilan? Ketika mampu menyelaraskan harapan dengan
realita. Ketika bermimpi menyenangkan dalam waras”.
Fakhrunnisa Ritma
& Mayastika Salma
17/10/13
Kamis, 07 November 2013
Jika P'Shone menunggu seseorang pulang dari Amerika, aku akan menunggu seseorang lulus SMA :')
Selasa, 05 November 2013
Belajar Mengerti
Terima kasih untuk rindu yang tersimpan rapi. Untuk jemari yang tak nekat mengirimkan pesan .
Terima kasih waktu, telah menyibukkan hariku. Aku sangat bersyukur masih bertahan, meski kini semakin jauh dengan kondisi yang berbeda.
Aku tak ingin menganggap setiap hal yang terjadi padaku adalah ujian dan kesedihan, meski berat, aku tetap menerimanya.
Aku harus terbiasa dan belajar menyelaraskan fantasi dengan kehidupan nyata yang kujalani. Jika ini kontras, maka ikutilah jalan yang ada.
Aku paham, sadar, dan ikhlas. Sesuatu yang tak kudapatkan saat ini bukan berarti akhir dari segalanya. Tapi, ini adalah awal untuk mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik. Sure. Be positif. Keep move. Keep fight. Be better. Be the best.
Terima kasih waktu, telah menyibukkan hariku. Aku sangat bersyukur masih bertahan, meski kini semakin jauh dengan kondisi yang berbeda.
Aku tak ingin menganggap setiap hal yang terjadi padaku adalah ujian dan kesedihan, meski berat, aku tetap menerimanya.
Aku harus terbiasa dan belajar menyelaraskan fantasi dengan kehidupan nyata yang kujalani. Jika ini kontras, maka ikutilah jalan yang ada.
Aku paham, sadar, dan ikhlas. Sesuatu yang tak kudapatkan saat ini bukan berarti akhir dari segalanya. Tapi, ini adalah awal untuk mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik. Sure. Be positif. Keep move. Keep fight. Be better. Be the best.
Senin, 04 November 2013
1M
1 Muharram tahun lalu:
"Kamu mirip Ramzi Pandu Irawan ya.."
"Kamu mirip Ramzi Pandu Irawan ya.."
Sabtu, 02 November 2013
Darimu Aku Belajar.
Darimu.. aku belajar lebih berani mewujudkan setiap mimpi.
Belajar memiliki prinsip dan menggenggamnya teguh.
Belajar bersikap lebih dewasa.
Belajar berbahasa seperti buku non-fiksi.
Belajar merasakan melodi.
Belajar memfantasikan mimpi dan kemudian bertekad mewujudkannya.
Belajar visualisasi masa depan.
Belajar memilah kata dan privasi.
Belajar menjaga, memelihara, dan mempertahankan diri.
Belajar bertanggung jawab.
Belajar membatasi diri.
Belajar berpikir terbuka... dmbl.
Ya, aku belajar untuk menjadi lebih baik.
Terkadang nasib ini adil dan menyenangkan. Tak jarang pula sebaliknya.
Ketika seseorang meragukanku dan berkata dalam hatinya: "Kamu tak mungkin, jangan berharap!"
Aku hanya bisa menjawab pelan dengan hatiku:"Kamu tak mengerti betapa kuat dan manisnya mimpi ini". :'>
Terima kasih, mo~
Belajar memiliki prinsip dan menggenggamnya teguh.
Belajar bersikap lebih dewasa.
Belajar berbahasa seperti buku non-fiksi.
Belajar merasakan melodi.
Belajar memfantasikan mimpi dan kemudian bertekad mewujudkannya.
Belajar visualisasi masa depan.
Belajar memilah kata dan privasi.
Belajar menjaga, memelihara, dan mempertahankan diri.
Belajar bertanggung jawab.
Belajar membatasi diri.
Belajar berpikir terbuka... dmbl.
Ya, aku belajar untuk menjadi lebih baik.
Terkadang nasib ini adil dan menyenangkan. Tak jarang pula sebaliknya.
Ketika seseorang meragukanku dan berkata dalam hatinya: "Kamu tak mungkin, jangan berharap!"
Aku hanya bisa menjawab pelan dengan hatiku:"Kamu tak mengerti betapa kuat dan manisnya mimpi ini". :'>
Terima kasih, mo~
Sabtu, 26 Oktober 2013
Ini sudah biasa..
Sayup angin menggeliat meniupkan rindu yang samar, mengapa tak kau bawa secarik daun bertuliskan namanya?
Ini sepi, bahkan bataripun bersembunyi malam ini. Ada apa? biasanya ia menemanimu memetik dawai. Aku jauh, tapi bisa merasakan. Jika salah, anggap saja ini fantasi, fantasi berdebu fiksi.
Sudah lama, entah berapa hari. Aku lupa bagaimana cara menghitung seberapa lama kau pergi. Anggap saja kau benar-benar hilang, tapi tidak hilang dari sini. dimana? disini. hanya aku yang boleh tahu. kau, tak perlu.
Aku tak punya banyak cerita, akupun tak tahu bagaimana ceritamu, impas. impas yang menyakitkan.
Sebenarnya jarak tak jahat, aku sudah biasa. Waktu pun tak salah, ia berlari mencuri kesibukan. Kesibukan yang memang sudah menjadi kewajiban kita. Aku belajar, kau pun belajar. Aku mencari, kau pun sama. Entah kau sedang apa? samakah sepertiku? Atau aku sendiri yang melakukan ini? Harus kuulangi mengucapkan ini, "ini sudah biasa". Sama.
Ini sepi, bahkan bataripun bersembunyi malam ini. Ada apa? biasanya ia menemanimu memetik dawai. Aku jauh, tapi bisa merasakan. Jika salah, anggap saja ini fantasi, fantasi berdebu fiksi.
Sudah lama, entah berapa hari. Aku lupa bagaimana cara menghitung seberapa lama kau pergi. Anggap saja kau benar-benar hilang, tapi tidak hilang dari sini. dimana? disini. hanya aku yang boleh tahu. kau, tak perlu.
Aku tak punya banyak cerita, akupun tak tahu bagaimana ceritamu, impas. impas yang menyakitkan.
Sebenarnya jarak tak jahat, aku sudah biasa. Waktu pun tak salah, ia berlari mencuri kesibukan. Kesibukan yang memang sudah menjadi kewajiban kita. Aku belajar, kau pun belajar. Aku mencari, kau pun sama. Entah kau sedang apa? samakah sepertiku? Atau aku sendiri yang melakukan ini? Harus kuulangi mengucapkan ini, "ini sudah biasa". Sama.
Prinsip
Setiap orang pasti selalu berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tapi terkadang jika usaha ini berlangsung instan akan "mengagetkan" sebagian orang dan tak jarang dianggap remeh, tentu ini salah satu ujiannya. Perlu proses dan step yang panjang untuk merubah tingkah laku dan pemikiran yang baik.
Haruskah menyerah di tengah jalan ketika ada sentilan-sentilan kecil yang mengecilkan api semangat kita untuk melakukan perubahan? Tentu tidak! semuanya akan baik-baik saja selama tidak melihat kanan maupun kiri. Tidak mengeluh bersakit-sakit ketika lemparan kerikil kecil mengenai tubuh kita. Tetap fokus melihat ke depan, memegang prinsip yang kita yakini. Hingga suatu saat, contoh: ketika semua orang memilih merah dan diri kita sendiri memilih biru, prinsip itu bisa jadi akan menolong kita dan semua orang yang memilih merah beralih memilih biru.. bisa saja. Tetap teguh pendirian, dan jangan menyerah di tengah jalan. keep move. keep fight.
(terinspirasi dari; dosen PD)
Haruskah menyerah di tengah jalan ketika ada sentilan-sentilan kecil yang mengecilkan api semangat kita untuk melakukan perubahan? Tentu tidak! semuanya akan baik-baik saja selama tidak melihat kanan maupun kiri. Tidak mengeluh bersakit-sakit ketika lemparan kerikil kecil mengenai tubuh kita. Tetap fokus melihat ke depan, memegang prinsip yang kita yakini. Hingga suatu saat, contoh: ketika semua orang memilih merah dan diri kita sendiri memilih biru, prinsip itu bisa jadi akan menolong kita dan semua orang yang memilih merah beralih memilih biru.. bisa saja. Tetap teguh pendirian, dan jangan menyerah di tengah jalan. keep move. keep fight.
(terinspirasi dari; dosen PD)
Sesuatu yang salah
Sesuatu yang salah
Tak dapat kusimpulkan rapi
Pernyataanmu begitu kontras
Dan menyakitkan
Kau tak pernah mengatakan selamat tinggal
Tapi waktu yang memaksamu pergi
Kita semakin jauh
dalam diam, kau mulai jenuh
Tak ada kata apalagi suara
Kelukah untuk terucap?
Mengapa begini?
Seharusnya bisa kumengerti
Aku buta membaca bahasamu
Aku tuli mendengar lagu yang kau ciptakan
Aku bisu untuk rinduku
Aku harap aku bangun dan terjaga, hingga kusadari ini mimpi belaka
Tak dapat kusimpulkan rapi
Pernyataanmu begitu kontras
Dan menyakitkan
Kau tak pernah mengatakan selamat tinggal
Tapi waktu yang memaksamu pergi
Kita semakin jauh
dalam diam, kau mulai jenuh
Tak ada kata apalagi suara
Kelukah untuk terucap?
Mengapa begini?
Seharusnya bisa kumengerti
Aku buta membaca bahasamu
Aku tuli mendengar lagu yang kau ciptakan
Aku bisu untuk rinduku
Aku harap aku bangun dan terjaga, hingga kusadari ini mimpi belaka
Sesuatu yang salah
Sesuatu yang salah
Tak dapat kusimpulkan rapi
Pernyataanmu begitu kontras
Dan menyakitkan
Kau tak pernah mengatakan selamat tinggal
Tapi waktu yang memaksamu pergi
Kita semakin jauh
dalam diam, kau mulai jenuh
Tak ada kata apalagi suara
Kelukah untuk terucap?
Mengapa begini?
Seharusnya bisa kumengerti
Aku buta membaca bahasamu
Aku tuli mendengar lagu yang kau ciptakan
Aku bisu untuk rinduku
Aku harap aku bangun dan terjaga, hingga kusadari ini mimpi belaka
Tak dapat kusimpulkan rapi
Pernyataanmu begitu kontras
Dan menyakitkan
Kau tak pernah mengatakan selamat tinggal
Tapi waktu yang memaksamu pergi
Kita semakin jauh
dalam diam, kau mulai jenuh
Tak ada kata apalagi suara
Kelukah untuk terucap?
Mengapa begini?
Seharusnya bisa kumengerti
Aku buta membaca bahasamu
Aku tuli mendengar lagu yang kau ciptakan
Aku bisu untuk rinduku
Aku harap aku bangun dan terjaga, hingga kusadari ini mimpi belaka
Senin, 21 Oktober 2013
Wink.
Hati tak dapat berbohong.
Perasaan tak bisa disembunyikan.
Tapi bahasa juga tak sepenuhnya memberikan arti. Gerak indera tak bisa dibaca pasti.
Ketahuilah, sadar atau tidak, suasana hati berganti secara instan, memiliki warna lebih banyak dari pelangi, bersyukurlah. Pemilik rasa begitu hebat membolak-balik warna didalamnya. Indah ketika peralihan biru menjadi merah, bahkan merah muda. ;)
Perasaan tak bisa disembunyikan.
Tapi bahasa juga tak sepenuhnya memberikan arti. Gerak indera tak bisa dibaca pasti.
Ketahuilah, sadar atau tidak, suasana hati berganti secara instan, memiliki warna lebih banyak dari pelangi, bersyukurlah. Pemilik rasa begitu hebat membolak-balik warna didalamnya. Indah ketika peralihan biru menjadi merah, bahkan merah muda. ;)
Minggu, 20 Oktober 2013
Merpati kertas pengantar surat
Kapan kembali, burung-burung kertas pengantar surat? aku rindu.
Seperti tujuh tahun saja tak bertemu. Apalagi bertegur sapa dan bertanya, apa yang kau bawa hari ini? sepucuk surat darinya? adakah? untukku? oh, baiklah. Kemudian merasa lega.
Kini tak ada. kalian terbang begitu jauh, tak pernah kembali, lagi. terbang lebih tinggi. lebih jauh. jauh. tinggi. jauh. terbang tinggi. hingga aku mengecil. tak terlihat. apakah kalian benar-benar pergi?
Seperti tujuh tahun saja tak bertemu. Apalagi bertegur sapa dan bertanya, apa yang kau bawa hari ini? sepucuk surat darinya? adakah? untukku? oh, baiklah. Kemudian merasa lega.
Kini tak ada. kalian terbang begitu jauh, tak pernah kembali, lagi. terbang lebih tinggi. lebih jauh. jauh. tinggi. jauh. terbang tinggi. hingga aku mengecil. tak terlihat. apakah kalian benar-benar pergi?
Hi. ho. hi. ho. hm.
Hi.
for long time.
for long way.
for long distance.
The time.
to let it all go.
to let it all disappear.
The time.
to throw an old page.
and make a new page.
The time.
to forgot it all.
to break it all.
to lost it all.
The time.
to give it up.
to get it (self) up.
The time.
to stop the tears.
to delete the funny things.
The time.
to go.
see it as the past.
Words can be wishes.
i hope so.
please say something, ma heart?!
no one?
ok.
post.
for long time.
for long way.
for long distance.
The time.
to let it all go.
to let it all disappear.
The time.
to throw an old page.
and make a new page.
The time.
to forgot it all.
to break it all.
to lost it all.
The time.
to give it up.
to get it (self) up.
The time.
to stop the tears.
to delete the funny things.
The time.
to go.
see it as the past.
Words can be wishes.
i hope so.
please say something, ma heart?!
no one?
ok.
post.
Minggu, 13 Oktober 2013
Arsiran Oktober Lalu
Maafkan, tentang siluet yang masih mampu terjamah oleh ingatan, apalagi musim hujan sudah kembali.
Dibulan yang sama, kudapati suasana dejavu seperti satu tahun yang lalu, sesuatu yang dulu kusembunyikan bersih, rapi, masih tersimpan dan terbaca samar.
Aku tak lupa bagaimana perjalananku di awal oktober lalu. Mungkin aku gagal, tapi aku mengawali semuanya sejak awal. Tak terasa, semuanya berbalik kemelut kecil, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, berlalu begitu saja karena waktu memaksa kita untuk pergi.
Aku tak lupa, ketika mengarsir ceritamu dari awal hingga sekarang. Dulu arsiran itu hanya tipis, kini menebal bahkan hampir tak terbaca. Tapi aku berusaha mempertahankan harapan-harapan kecil didalamnya, sehingga sebagian masih utuh. Setidaknya aku masih bisa menjaga & merawatnya, meski sendirian.
Gerimis kecil,
13/10/13
Dibulan yang sama, kudapati suasana dejavu seperti satu tahun yang lalu, sesuatu yang dulu kusembunyikan bersih, rapi, masih tersimpan dan terbaca samar.
Aku tak lupa bagaimana perjalananku di awal oktober lalu. Mungkin aku gagal, tapi aku mengawali semuanya sejak awal. Tak terasa, semuanya berbalik kemelut kecil, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, berlalu begitu saja karena waktu memaksa kita untuk pergi.
Aku tak lupa, ketika mengarsir ceritamu dari awal hingga sekarang. Dulu arsiran itu hanya tipis, kini menebal bahkan hampir tak terbaca. Tapi aku berusaha mempertahankan harapan-harapan kecil didalamnya, sehingga sebagian masih utuh. Setidaknya aku masih bisa menjaga & merawatnya, meski sendirian.
Gerimis kecil,
13/10/13
Jumat, 11 Oktober 2013
f-a-n-t-a-s-i
Kurasa fantasiku tak pernah habis tentang banyak hal yang kuimpikan.
Pernah aku berimajinasi pergi ke jepang untuk mendapatkan pengalaman yang hebat. Entah itu melaksanakan studi atau bekerja. Aku bermimpi saat waktu luang kusempatkan berjalan-jalan mengelilingi tokyo atau kota di jepang lainnya bersama teman satu flatku. Lalu kami berjalan ke arah taman, disana banyak pohon bunga sakura. kami berfoto dibawah guguran sakura. Kebetulan saat itu sedang diadakannya konami, orang-orang bersama keluarganya masing-masingberpiknik dibawah pohon sakura, kelihatannya menyenangkan. Atau ketika musim dingin tiba, dan salju turun setebal yang tak pernah kukira. Aku masih bermimpi berjalan-jalan ditengah gerimis salju. Dengan palto, sarung tangan, dan pakaian musim dingin lainnya aku merasa nyaman. Lagi-lagi aku berfoto, ah, memang, di negaraku kan tak ada salju, kesempatan sekali. Fantasiku tak hanya sampai berjalan-jalan saja, aku juga sempat membayangkan bagaimana..... (bersambung)
Pernah aku berimajinasi pergi ke jepang untuk mendapatkan pengalaman yang hebat. Entah itu melaksanakan studi atau bekerja. Aku bermimpi saat waktu luang kusempatkan berjalan-jalan mengelilingi tokyo atau kota di jepang lainnya bersama teman satu flatku. Lalu kami berjalan ke arah taman, disana banyak pohon bunga sakura. kami berfoto dibawah guguran sakura. Kebetulan saat itu sedang diadakannya konami, orang-orang bersama keluarganya masing-masingberpiknik dibawah pohon sakura, kelihatannya menyenangkan. Atau ketika musim dingin tiba, dan salju turun setebal yang tak pernah kukira. Aku masih bermimpi berjalan-jalan ditengah gerimis salju. Dengan palto, sarung tangan, dan pakaian musim dingin lainnya aku merasa nyaman. Lagi-lagi aku berfoto, ah, memang, di negaraku kan tak ada salju, kesempatan sekali. Fantasiku tak hanya sampai berjalan-jalan saja, aku juga sempat membayangkan bagaimana..... (bersambung)
Sesuatu seperti apa...
Aku takkan lupa malam ini begitu fokus mengarsir gradasi demi gradasi dari potretmu. Tak seperti biasanya.
Sepertinya alam bawah sadarku sedang mengingatmu dengan rapi, mengenang dejavu sebuah pertemuan kecil, tapi klasik.
Harus kuakui kini jarak dan waktu semakin hebat saja menjauhkanmu dariku. Sampai-sampai aku tak sadar saat ini aku merasakan sesuatu seperti apa.. kalian yang mengerti pasti tau.. dan yang tau pasti mengerti.
Sudahlah, kurasa aku tau apa yang harus kulakukan. Tetap diam pada posisi yang sama seperti biasanya. Ini adil bagiku, bagi jarak, dan untuk waktumu. :))
Sepertinya alam bawah sadarku sedang mengingatmu dengan rapi, mengenang dejavu sebuah pertemuan kecil, tapi klasik.
Harus kuakui kini jarak dan waktu semakin hebat saja menjauhkanmu dariku. Sampai-sampai aku tak sadar saat ini aku merasakan sesuatu seperti apa.. kalian yang mengerti pasti tau.. dan yang tau pasti mengerti.
Sudahlah, kurasa aku tau apa yang harus kulakukan. Tetap diam pada posisi yang sama seperti biasanya. Ini adil bagiku, bagi jarak, dan untuk waktumu. :))
Ganbatte!
Pengulangan berakibat akan teringat terus menerus bahkan menempel dalam ingatan. Mengulang namanya, mengarsir wajahnya, menulis ceritanya, tak habis.
Entah nuraniku masih tak bisa membaca baik ataukah buruk, selama ini menyenangkan, aku tetap menjalaninya dengan nyaman.
Kurasa harus ada saatnya dimana aku meninggalkan pengulangan ini, tapi tak mungkin secara instan ku melakukannya, itu penindasan kebahagiaan! Aku hanya berharap seiring berjalannya waktu, dengan atau tanpanya aku tetap menjalani hari-hariku dengan baik, bahkan semakin lebih baik setiap harinya. Ganbatte! :))
Entah nuraniku masih tak bisa membaca baik ataukah buruk, selama ini menyenangkan, aku tetap menjalaninya dengan nyaman.
Kurasa harus ada saatnya dimana aku meninggalkan pengulangan ini, tapi tak mungkin secara instan ku melakukannya, itu penindasan kebahagiaan! Aku hanya berharap seiring berjalannya waktu, dengan atau tanpanya aku tetap menjalani hari-hariku dengan baik, bahkan semakin lebih baik setiap harinya. Ganbatte! :))
Kamis, 10 Oktober 2013
Belajar
Belajar melihat keadaan dan situasi. Belajar berpikir terbuka dan visualisasi masa depan.
Belajar bersemangat karena satu tujuan.
Belajar sukses setiap saat karena sukses bukan goal di akhir.
Belajar memberikan sugesti dengan kata-kata positif kepada diri sendiri.
Belajar kuat, tegas, dan berani menghadapi tantangan.
Belajar disiplin dan attitude yang baik.
Belajar lebih dewasa menyikapi masalah.
Belajar lebih konsisten dan teguh pendirian.
Belajar fokus dan berkonsentrasi.
Belajar berbicara di hadapan orang banyak.
Belajar berbahasa yang baik dan santun.
Belajar, Latihan, belajar, latihan, latihan, latihan, latihan, latihan!
Belajar bersemangat karena satu tujuan.
Belajar sukses setiap saat karena sukses bukan goal di akhir.
Belajar memberikan sugesti dengan kata-kata positif kepada diri sendiri.
Belajar kuat, tegas, dan berani menghadapi tantangan.
Belajar disiplin dan attitude yang baik.
Belajar lebih dewasa menyikapi masalah.
Belajar lebih konsisten dan teguh pendirian.
Belajar fokus dan berkonsentrasi.
Belajar berbicara di hadapan orang banyak.
Belajar berbahasa yang baik dan santun.
Belajar, Latihan, belajar, latihan, latihan, latihan, latihan, latihan!
Sabtu, 05 Oktober 2013
Dimensi fantasi
Satu hal lagi yang membuatku seperti masuk kedalam dunianya, selain Seni, yaitu Teknologi.
Ketika menonton tayangan perkembangan teknologi di masa depan kemarin, aku merasakan hal yang sama seperti saat melihat begitu banyak karya seni, maupun fotografi panorama sosial yang kupotret sendiri dengan kedua lensa mataku, ini indah. Aku masuk pada fantasinya, dimana sebuah dimensi berbeda seakan terpijak oleh jiwaku sendiri. Ah, sulit sekali mendeskripsikan perasaan itu.
Kau ingat film august rush? ketika anak kecil itu mencoba merasakan harmoni di padang ilalang yang luas, juga di tengah hiruk pikuk keadaan kota yang ramai, ia merasakan melodi demi melodi, menghirup nada ke dalam kalbunya, lalu berfantasi menciptakan sebuah orkestra dari apa yang ia dengar, amazing.
Setiap orang pasti pernah merasakan hal seperti itu. Kurasa iya ;)
Ketika menonton tayangan perkembangan teknologi di masa depan kemarin, aku merasakan hal yang sama seperti saat melihat begitu banyak karya seni, maupun fotografi panorama sosial yang kupotret sendiri dengan kedua lensa mataku, ini indah. Aku masuk pada fantasinya, dimana sebuah dimensi berbeda seakan terpijak oleh jiwaku sendiri. Ah, sulit sekali mendeskripsikan perasaan itu.
Kau ingat film august rush? ketika anak kecil itu mencoba merasakan harmoni di padang ilalang yang luas, juga di tengah hiruk pikuk keadaan kota yang ramai, ia merasakan melodi demi melodi, menghirup nada ke dalam kalbunya, lalu berfantasi menciptakan sebuah orkestra dari apa yang ia dengar, amazing.
Setiap orang pasti pernah merasakan hal seperti itu. Kurasa iya ;)
Jumat, 04 Oktober 2013
:/
Momo.
Itu kamu bukan?
Tulisannya beda, tapi.
Tapi kenapa jadi satu-satunya 'clue' yang hanya mempunyai satu jawaban.
Aku hapal tulisan kamu, a-nya bertopi.
Eh bukan, maksudku tulisan kamu yang diketik pun aku hapal.
Rapi, jarang di singkat, tanda bacaannya selalu benar, dan huruf kapital di awal pun gak pernah terlewat.
Aneh, bahasanya sih kamu banget;
"udh lupain aja, gk penting" kira-kira begitu.
Atau gak jarang ngasih petunjuk, semacam tebak-tebakan 'ini siapa' . Itu agak menyebalkan dan bikin penasaran sebenarnya. ish. momo. Ngaku ajalah.. :/
Itu kamu bukan?
Tulisannya beda, tapi.
Tapi kenapa jadi satu-satunya 'clue' yang hanya mempunyai satu jawaban.
Aku hapal tulisan kamu, a-nya bertopi.
Eh bukan, maksudku tulisan kamu yang diketik pun aku hapal.
Rapi, jarang di singkat, tanda bacaannya selalu benar, dan huruf kapital di awal pun gak pernah terlewat.
Aneh, bahasanya sih kamu banget;
"udh lupain aja, gk penting" kira-kira begitu.
Atau gak jarang ngasih petunjuk, semacam tebak-tebakan 'ini siapa' . Itu agak menyebalkan dan bikin penasaran sebenarnya. ish. momo. Ngaku ajalah.. :/
Langganan:
Postingan (Atom)