Jumat, 04 Juli 2014

Just Let Go



Jika aku bisa mempertahankan kalimat-kalimat itu dan rasa yang ada didalamnya. Mungkin waktu akan bersedia melanjutkan cerita kami. Meski harus mengulur. Walaupun harus menunggu untuk rentang waktu yang lama setiap satu kali menuai cerita. Namun, bertahan juga tidaklah mudah. tak pernah bertemu, berucap bahkan bercerita banyak. Kita bertemu dalam keheningan yang sarat. Dalam kata-kata yang biasa-biasa saja, bukan kenyataan yang menyenangkan.
Duniamu yang sebenarnya adalah sumber cerita baru bagimu. Sebuah alasan untuk mudah melupakan hari bersamaku. Dan ketika kamu rehat sejenak dari duniamu, kamu berusaha kembali dengan sedikit kalimat pelega hati. Lega, karena setidaknya kamu masih peduli dan tak benar-benar pergi.
Tapi saat itu pula aku sudah berubah. Saat dimana tak ada indera yang antusias saat kau ada. Dimana tak ada emoji yang lucu penggambar suasana hati. Aku telah kehilangan suasana yang sama. Suasana yang dulu sengaja aku ciptakan untuk membahagiakan diriku sendiri karenamu. Semuanya terasa biasa, bahkan hambar. Aku sudah mencoba mengabaikannya selama ini. Dan seiring hari tanpa ceritamu, aku bisa.
Dan (lagi) kau datang dengan sejuta misteri yang sudah terlanjur malas kucari tahu maknanya. Kini ceritamu adalah hari dimana aku kembali saat beristirahat. Sama seperti yang kau lakukan padaku dahulu.

Rabu, 02 Juli 2014

Kutipan Novel Maryamah Karpov (Andrea Hirata)

Horizon, horizon setelah itu, tak ada hal lain
Horizon di langit dan horizon sejauh jangkau pandang
Muara menyempit, delta mengerut
Hutan lindap, daratan kelabu
Lalu laut, laut seluas langit
Datar, tetap, tak terhingga, biru mendebarkan 
***

"Aku membisu
Kami memandangi laut dalam senyap
Bergabunglah surya dan awan-gemawan melukis megahnya angkasa
Bersekutulah angin empat musim mengarak halimun Selat Malak
tak satu pun
tak satu pun dapat menggambarkan indahnya perasaanku."

***
Dan tiba-tiba hari-hariku berubah menjadi puisi
Semilir di pagi hari
Meriang jika siang
Pecah, serupa ombak-ombak pasang kalau malam

***
 
Seperti puisi yang kutuliskan
Seperti nyanyi yang kaulantunkan
Seperti senyum yang kausunggingkan
Seperti pandang yang kaukerlingkan
Seperti cinta yang kauberikan
Aku tak pernah, tek pernah merasa cukup
***
Dengan pisau lipat
Kuukir pelan-pelan
Kalimat yang dalam
Dari perasaanku yang larat
Karena hormatku yang sarat
Untuk pesona persahabatan dan kecerdasan
Lintang, Lintang, hatimu yang benderang
Qui genus humanum ingenio superavit
Manusia genius tiada tara


***

Now We Are :)

NNF-SHH-SIM-PEG-MASP

<3

Minggu, 23 Februari 2014

Kamis, 30 Januari 2014

Aku mulai bisa melupakannya, kurasa.



Aku mulai bisa melupakannya, kurasa. Maksudku, meskipun aku pernah membuat banyak tulisan tentangnya, Walaupun dia pernah menjadi bagian dari hari-hariku, ehm, maksudku kotak masuk pesanku, itu tak membuat aku menyesal sejadi-jadinya. Aku berusaha mengerti, perasaan bisa berubah kapan saja, apalagi jika disebabkan oleh sesuatu yang menyakitkan, akan lebih cepat untuk bisa terhindar dari penyesalan atau semacamnya.
Sudahlah, yang lalu biar saja pergi, tak ada peristiwa atau cerita yang tak ada hikmahnya. Termasuk perjalanan ceritaku yang satu ini. Lagipula masih banyak waktu yang harus kuhabiskan dengan melakukan hal-hal yang lebih penting dan menarik, bahkan menyenangkan, ketimbang diam pada satu titik yang sama setiap harinya demi menjalani cerita yang tak pasti. Semangat\!

Senin, 27 Januari 2014

Oktober Tahun Lalu



Oktober tahun lalu aku ditakdirkan untuk mengawali semuanya. Segala tindakan yang tak pernah kulakukan sebelumnya, terjadi begitu saja. Hampir semua hari kukumpulkan tanda dan arti dari setiap rekaman mata ketika kita bertemu sepihak, melihat sepihak, tersenyum sembunyi sepihak, dan segalanya yang sepihak itu adalah aku.
Hari-hari kulakukan seperti sedang melukis sebuah gambar. Awalnya hanya titik, ini kuartikan sebagai potret saat pertama kali melihatmu. Kemudian menjadi garis tipis, ketika sosokmu mulai menjadi pasar malam dalam otakku; ramai. Selanjutnya mengarsir bagian yang kosong, ketika bisa memandangimu dari kejauhan dan intensitas bertemu sepihak mulai bertambah, ini membuat suasana baru yang manis. Lalu berkembang menjadi gradasi-gradasi halus, ketika mulai mencari tahu siapa kau sebenarnya. Begitu seterusnya sampai aku bisa menebalkannya dengan rapi, ini kubaca sebagai percakapan kami yang mulai dekat, meski hanya dalam ribuan pesan terkirim. Mungkin aku tak yakin, karena frekuensi pesan terkirimlah yang mendukung kami. Mengingat pertemuan nyata hanya sesekali terjadi (Ini bukan sepihak lagi).
Tetapi, setiap gambarpun tak selalu mulus sesuai harapan. Selalu ada rintangan dan kesalahan. Ketika aku begitu menginginkan sebuah gambar yang bagus, kuhapus berulang kali hingga akhirnya bukan gambar indah yang kudapatkan, tapi sebaliknya; semua tak rapi lagi dan kertas yang kupunya hanya satu. Artinya, mungkin aku mengingkari janji yang tak ada, melihat keluar batas perasaan dan tanpa sadar mengubahnya menjadi ego, hingga akhirnya kesempatan tunggalku tak dapat kuraih dengan baik. Aku mengawalinya sejak awal, dan tanpa akhir aku memulainya kembali, detik ini.
06/11/2013
@mayastikasalma

Selasa, 26 November 2013

Hai mo.

Hai mo.
Ini baru hari selasa, weekend serasa masih lamaaaaa, sekali. Ini masih tanggal 26, tiga hari pasca tanggal 23. Dan aku, nggak kangen :p

Sabtu, 23 November 2013

See ya, mo.

Sampai disinikah percakapan kita? Ah, aku selalu berharap lebih lama. Padahal mungkin cerita yang kita tukar dalam pesan tak seberapa penting bagimu, bahkan tiada artinya. Kesempatanku memulai percakapan sudah habis. Dua kali saja cukup, kurasa. Tiba saatnya menunggu untuk waktu yang lama, sampai kamu membuka obrolan terlebih dahulu. Selamat berpisah untuk bertemu kembali, saat sedang ingin :")

see ya, mo..

Senin, 18 November 2013

u all r meaningful

Rindu pada orang-orang yang saling berterima kasih, siap berbagi dan mendengarkan cerita satu sama lain, saling menolong, Melakukan hal yang menyenangkan bersama-sama, Bermimpi,belajar, dan berimajinasi bersama, Saling menggoda, membuat istilah-istilah lucu, Ah, aku rindu. Rindu sahabat yang membuat nyaman dan menyenangkan., haiare. ghina-sali-widiya-ermi-febrina :) you all are meaningful<3

Sabtu, 16 November 2013

Percakapan Kamis Siang

Percakapan kamis siang
FR              :”Ada rasa sakit di satu perahu yang tak kunjung menemui pelabuhan”
MS             :”Segera menepilah”
FR              :”Dalam ketiadaan? Ini bukan ranjang anak kecil yang penuh mimpi-mimpi indah”.
MS             :”Bermimpilah, selama gratis, apapun pasti berbuah jalan yang manis”
FR              :”Ketahuilah kepala ini sudah tak sebersih dulu. Mimpi, hanya akan memperburuk kenyataan”
MS             :”Bermain dengan imajinasi berbumbu harapan tidaklah salah, tetaplah bermimpi dan jangan hindari kenyataan. Mimpi itu menyenangkan.  Mimpi itu baik. Mimpi itu doktrin terpositif untuk otak penuh asap ini”.
FR              :”Mimpi itu buruk. Menyesatkan. Sebuah pendidikan tentang kemandirian. Kesendirian”.
MS             :”Mungkin bagi sebagian orang yang beristirahat dari mimpinya”.
FR              :”Dan kembali pada sebuah kenyataan, yang tidak beretalase atau tidak beranak cucu. Kebenaran yang satu, nyata, dan bukan simfoni”.
MS             :”Kenyataan adalah garis yang tajam. Tapi fantasi sebagai gradasi penghalus kerasnya hidup yang sudah terarsir”.
FR              :”Kenapa semua orang bersikeras menjadikan angin nyata,lalu tercekik oleh wujudnya?”.
MS             :”Tak semua. Ada yang memindai impian. Angin baik akan berhasil menyejukkan. Angin jahat sebaliknya, meruntuhkan karena keegoisan semata”.
FR              :”Ini bukan masalah angin berperingai. Tapi, ini tentang hal yang menyesatkan. Sebuah mimpi.yang merajakan seorang budak. Lucunya, akar tak mampu memanjat”.
MS             :”Mimpi itu baik, jika tak baik, itu bukan mimpi, tapi “keinginan” berbubuhi egoisme kecil yang kemudian membesar. Dimana keadilan?  Ketika mampu menyelaraskan harapan dengan realita. Ketika bermimpi menyenangkan dalam waras”.

Fakhrunnisa Ritma & Mayastika Salma
17/10/13

Kamis, 07 November 2013

Jika P'Shone menunggu seseorang pulang dari Amerika, aku akan menunggu seseorang lulus SMA :')

Selasa, 05 November 2013

Belajar Mengerti

Terima kasih untuk rindu yang tersimpan rapi. Untuk jemari yang tak nekat mengirimkan pesan .
Terima kasih waktu, telah menyibukkan hariku. Aku sangat bersyukur masih bertahan, meski kini semakin jauh dengan kondisi yang berbeda.
Aku tak ingin menganggap setiap hal yang terjadi padaku adalah ujian dan kesedihan, meski berat, aku tetap menerimanya.
Aku harus terbiasa dan belajar menyelaraskan fantasi dengan kehidupan nyata yang kujalani. Jika ini kontras, maka ikutilah jalan yang ada.
Aku paham, sadar, dan ikhlas. Sesuatu yang tak kudapatkan saat ini bukan berarti akhir dari segalanya. Tapi, ini adalah awal untuk mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik. Sure. Be positif. Keep move. Keep fight. Be better. Be the best.

Senin, 04 November 2013

1M

1 Muharram tahun lalu:
"Kamu mirip Ramzi Pandu Irawan ya.."

Sabtu, 02 November 2013

Darimu Aku Belajar.

Darimu.. aku belajar lebih berani mewujudkan setiap mimpi.
Belajar memiliki prinsip dan menggenggamnya teguh.
Belajar bersikap lebih dewasa.
Belajar berbahasa seperti buku non-fiksi.
Belajar merasakan melodi.
Belajar memfantasikan mimpi dan kemudian bertekad mewujudkannya.
Belajar visualisasi masa depan.
Belajar memilah kata dan privasi.
Belajar menjaga, memelihara, dan mempertahankan diri.
Belajar bertanggung jawab.
Belajar membatasi diri.
Belajar berpikir terbuka... dmbl.
Ya, aku belajar untuk menjadi lebih baik.
Terkadang nasib ini adil dan menyenangkan. Tak jarang pula sebaliknya.
Ketika seseorang meragukanku dan berkata dalam hatinya: "Kamu tak mungkin, jangan berharap!"
Aku hanya bisa menjawab pelan dengan hatiku:"Kamu tak mengerti betapa kuat dan manisnya mimpi ini". :'>

Terima kasih, mo~

Sabtu, 26 Oktober 2013

Ini sudah biasa..

Sayup angin menggeliat meniupkan rindu yang samar, mengapa tak kau bawa secarik daun bertuliskan namanya?
Ini sepi, bahkan bataripun bersembunyi malam ini. Ada apa? biasanya ia menemanimu memetik dawai. Aku jauh, tapi bisa merasakan. Jika salah, anggap saja ini fantasi, fantasi berdebu fiksi.
Sudah lama, entah berapa hari. Aku lupa bagaimana cara menghitung seberapa lama kau pergi. Anggap saja kau benar-benar hilang, tapi tidak hilang dari sini. dimana? disini. hanya aku yang boleh tahu. kau, tak perlu.
Aku tak punya banyak cerita, akupun tak tahu bagaimana ceritamu, impas. impas yang menyakitkan.
Sebenarnya jarak tak jahat, aku sudah biasa. Waktu pun tak salah, ia berlari mencuri kesibukan. Kesibukan yang memang sudah menjadi kewajiban kita. Aku belajar, kau pun belajar. Aku mencari, kau pun sama. Entah kau sedang apa? samakah sepertiku? Atau aku sendiri yang melakukan ini? Harus kuulangi mengucapkan ini, "ini sudah biasa". Sama.

Prinsip

Setiap orang pasti selalu berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tapi terkadang jika usaha ini berlangsung instan akan "mengagetkan" sebagian orang dan tak jarang dianggap remeh, tentu ini salah satu ujiannya. Perlu proses dan step yang panjang untuk merubah tingkah laku dan pemikiran yang baik.
Haruskah menyerah di tengah jalan ketika ada sentilan-sentilan kecil yang mengecilkan api semangat kita untuk melakukan perubahan? Tentu tidak! semuanya akan baik-baik saja selama tidak melihat kanan maupun kiri. Tidak mengeluh bersakit-sakit ketika lemparan kerikil kecil mengenai tubuh kita. Tetap fokus melihat ke depan, memegang prinsip yang kita yakini. Hingga suatu saat, contoh: ketika semua orang memilih merah dan diri kita sendiri memilih biru, prinsip itu bisa jadi akan menolong kita dan semua orang yang memilih merah beralih memilih biru.. bisa saja. Tetap teguh pendirian, dan jangan menyerah di tengah jalan. keep move. keep fight.
(terinspirasi dari; dosen PD)

Sesuatu yang salah

Sesuatu yang salah
Tak dapat kusimpulkan rapi
Pernyataanmu begitu kontras
Dan menyakitkan

Kau tak pernah mengatakan selamat tinggal
Tapi waktu yang memaksamu pergi
Kita semakin jauh
dalam diam, kau mulai jenuh

Tak ada kata apalagi suara
Kelukah untuk terucap?
Mengapa begini?
Seharusnya bisa kumengerti

Aku buta membaca bahasamu
Aku tuli mendengar lagu yang kau ciptakan
Aku bisu untuk rinduku
Aku harap aku bangun dan terjaga, hingga kusadari ini mimpi belaka

Sesuatu yang salah

Sesuatu yang salah
Tak dapat kusimpulkan rapi
Pernyataanmu begitu kontras
Dan menyakitkan

Kau tak pernah mengatakan selamat tinggal
Tapi waktu yang memaksamu pergi
Kita semakin jauh
dalam diam, kau mulai jenuh

Tak ada kata apalagi suara
Kelukah untuk terucap?
Mengapa begini?
Seharusnya bisa kumengerti

Aku buta membaca bahasamu
Aku tuli mendengar lagu yang kau ciptakan
Aku bisu untuk rinduku
Aku harap aku bangun dan terjaga, hingga kusadari ini mimpi belaka

Senin, 21 Oktober 2013

Wink.

Hati tak dapat berbohong.
Perasaan tak bisa disembunyikan.
Tapi bahasa juga tak sepenuhnya memberikan arti. Gerak indera tak bisa dibaca pasti.
Ketahuilah, sadar atau tidak, suasana hati berganti secara instan, memiliki warna lebih banyak dari pelangi, bersyukurlah. Pemilik rasa begitu hebat membolak-balik warna didalamnya. Indah ketika peralihan biru menjadi merah, bahkan merah muda. ;)

Minggu, 20 Oktober 2013

Merpati kertas pengantar surat

Kapan kembali, burung-burung kertas pengantar surat? aku rindu.
Seperti tujuh tahun saja tak bertemu. Apalagi bertegur sapa dan bertanya, apa yang kau bawa hari ini? sepucuk surat darinya? adakah? untukku? oh, baiklah. Kemudian merasa lega.
Kini tak ada. kalian terbang begitu jauh, tak pernah kembali, lagi. terbang lebih tinggi. lebih jauh. jauh. tinggi. jauh. terbang tinggi. hingga aku mengecil. tak terlihat. apakah kalian benar-benar pergi?

Hi. ho. hi. ho. hm.

Hi.
for long time.
for long way.
for long distance.
The time.
to let it all go.
to let it all disappear.
The time.
to throw an old page.
and make a new page.
The time.
to forgot it all.
to break it all.
to lost it all.
The time.
to give it up.
to get it (self) up.
The time.
to stop the tears.
to delete the funny things.
The time.
to go.
see it as the past.

Words can be wishes.
i hope so.
please say something, ma heart?!
no one?
ok.
post.

Minggu, 13 Oktober 2013

Arsiran Oktober Lalu

Maafkan, tentang siluet yang masih mampu terjamah oleh ingatan, apalagi musim hujan sudah kembali.
Dibulan yang sama, kudapati suasana dejavu seperti satu tahun yang lalu, sesuatu yang dulu kusembunyikan bersih, rapi, masih tersimpan dan terbaca samar.
Aku tak lupa bagaimana perjalananku di awal oktober lalu. Mungkin aku gagal, tapi aku mengawali semuanya sejak awal. Tak terasa, semuanya berbalik kemelut kecil, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, berlalu begitu saja karena waktu memaksa kita untuk pergi.
Aku tak lupa, ketika mengarsir ceritamu dari awal hingga sekarang. Dulu arsiran itu hanya tipis, kini menebal bahkan hampir tak terbaca. Tapi aku berusaha mempertahankan harapan-harapan kecil didalamnya, sehingga sebagian masih utuh. Setidaknya aku masih bisa menjaga & merawatnya, meski sendirian.

Gerimis kecil,
13/10/13

Jumat, 11 Oktober 2013

f-a-n-t-a-s-i

Kurasa fantasiku tak pernah habis tentang banyak hal yang kuimpikan.
Pernah aku berimajinasi pergi ke jepang untuk mendapatkan pengalaman yang hebat. Entah itu melaksanakan studi atau bekerja. Aku bermimpi saat waktu luang kusempatkan berjalan-jalan mengelilingi tokyo atau kota di jepang lainnya bersama teman satu flatku. Lalu kami berjalan ke arah taman, disana banyak pohon bunga sakura. kami berfoto dibawah guguran sakura. Kebetulan saat itu sedang diadakannya konami, orang-orang bersama keluarganya masing-masingberpiknik dibawah pohon sakura, kelihatannya menyenangkan. Atau ketika musim dingin tiba, dan salju turun setebal yang tak pernah kukira. Aku masih bermimpi berjalan-jalan ditengah gerimis salju. Dengan palto, sarung tangan, dan pakaian musim dingin lainnya aku merasa nyaman. Lagi-lagi aku berfoto, ah, memang, di negaraku kan tak ada salju, kesempatan sekali. Fantasiku tak hanya sampai berjalan-jalan saja, aku juga sempat membayangkan bagaimana..... (bersambung)

Sesuatu seperti apa...

Aku takkan lupa malam ini begitu fokus mengarsir gradasi demi gradasi dari potretmu. Tak seperti biasanya.
Sepertinya alam bawah sadarku sedang mengingatmu dengan rapi, mengenang dejavu sebuah pertemuan kecil, tapi klasik.
Harus kuakui kini jarak dan waktu semakin hebat saja menjauhkanmu dariku. Sampai-sampai aku tak sadar saat ini aku merasakan sesuatu seperti apa.. kalian yang mengerti pasti tau.. dan yang tau pasti mengerti.
Sudahlah, kurasa aku tau apa yang harus kulakukan. Tetap diam pada posisi yang sama seperti biasanya. Ini adil bagiku, bagi jarak, dan untuk waktumu. :))

Ganbatte!

Pengulangan berakibat akan teringat terus menerus bahkan menempel dalam ingatan. Mengulang namanya, mengarsir wajahnya, menulis ceritanya, tak habis.
Entah nuraniku masih tak bisa membaca baik ataukah buruk, selama ini menyenangkan, aku tetap menjalaninya dengan nyaman.
Kurasa harus ada saatnya dimana aku meninggalkan pengulangan ini, tapi tak mungkin secara instan ku melakukannya, itu penindasan kebahagiaan! Aku hanya berharap seiring berjalannya waktu, dengan atau tanpanya aku tetap menjalani hari-hariku dengan baik, bahkan semakin lebih baik setiap harinya. Ganbatte! :))

Kamis, 10 Oktober 2013

Belajar

Belajar melihat keadaan dan situasi. Belajar berpikir terbuka dan visualisasi masa depan.
Belajar bersemangat karena satu tujuan.
Belajar sukses setiap saat karena sukses bukan goal di akhir.
Belajar memberikan sugesti dengan kata-kata positif kepada diri sendiri.
Belajar kuat, tegas, dan berani menghadapi tantangan.
Belajar disiplin dan attitude yang baik.
Belajar lebih dewasa menyikapi masalah.
Belajar lebih konsisten dan teguh pendirian.
Belajar fokus dan berkonsentrasi.
Belajar berbicara di hadapan orang banyak.
Belajar berbahasa yang baik dan santun.
Belajar, Latihan, belajar, latihan, latihan, latihan, latihan, latihan!

Sabtu, 05 Oktober 2013

Dimensi fantasi

Satu hal lagi yang membuatku seperti masuk kedalam dunianya, selain Seni, yaitu Teknologi.
Ketika menonton tayangan perkembangan teknologi di masa depan kemarin, aku merasakan hal yang sama seperti saat melihat begitu banyak karya seni, maupun fotografi panorama sosial yang kupotret sendiri dengan kedua lensa mataku, ini indah. Aku masuk pada fantasinya, dimana sebuah dimensi berbeda seakan terpijak oleh jiwaku sendiri. Ah, sulit sekali mendeskripsikan perasaan itu.
Kau ingat film august rush? ketika anak kecil itu mencoba merasakan harmoni di padang ilalang yang luas, juga di tengah hiruk pikuk keadaan kota yang ramai, ia merasakan melodi demi melodi, menghirup nada ke dalam kalbunya, lalu berfantasi menciptakan sebuah orkestra dari apa yang ia dengar, amazing.
Setiap orang pasti pernah merasakan hal seperti itu. Kurasa iya ;)

Jumat, 04 Oktober 2013

:/

Momo.
Itu kamu bukan?
Tulisannya beda, tapi.
Tapi kenapa jadi satu-satunya 'clue' yang hanya mempunyai satu jawaban.
Aku hapal tulisan kamu, a-nya bertopi.
Eh bukan, maksudku tulisan kamu yang diketik pun aku hapal.
Rapi, jarang di singkat, tanda bacaannya selalu benar, dan huruf kapital di awal pun gak pernah terlewat.
Aneh, bahasanya sih kamu banget;
"udh lupain aja, gk penting" kira-kira begitu.
Atau gak jarang ngasih petunjuk, semacam tebak-tebakan 'ini siapa' . Itu agak menyebalkan dan bikin penasaran sebenarnya. ish. momo. Ngaku ajalah.. :/